»
S
I
D
E
B
A
R
«
Orang Bangkrut
Oct 30th, 2009 by admin

Alhamdulillah, di saat mengikuti Seminar Nasional dan Musyawarah Nasional ISPI di Bandung, tanggal 23 – 25 Oktober 2009, saya menginap di Cottage Darul Jannah, kepunyaan Pesantren Darut Tauhid, Bandung. Saya sengaja memilih tempat itu sebagai penginapan, karena bermaksud mendapatkan asupan gizi rohani dari AA Gym yang biasanya dilakukan ba’da Sholat Subuh. Maksud saya tercapai, setelah sholat Subuh pada hari Sabtu pagi, AA Gym memberikan tausiyahnya, tentang Orang yang Bangkrut di akhirat kelak.
AA Gym mengingatkan jangan sampai kita menjadi orang yang bangkrut pada saat hari perhitungan amal (Hisab) dilakukan kelak di akhirat. Kebangkrutan bisa terjadi karena amal baik kita habis dipakai untuk membayar dosa-dosa yang kita lakukan terhadap orang lain yang belum sempat minta maaf dan dimaafkan. Bisa jadi seseorang yang rajin beribadah, banyak amalnya, tapi di akhir tetap bangkrut, karena selain beribadah ia juga rajin berbuat dosa, bukan hanya kepada Allah, tetapi juga kepada sesama manusia. Justru perbuatan salah dan dosa kepada manusia inilah yang seringkali menyulitkan kita, karena untuk menebusnya tidak cukup dengan bertaubat, tapi harus berhadapan langsung dengan yang bersangkutan untuk meminta maaf. Lebih parah lagi kalau kita melakukan tindakan atau perbuatan yang tidak kita sadari bahwa sesungguhnya perbuatan kita tersebut berdosa, seperti melakukan ghibah. Kalau ini terus kita lakukan, sampai tiba saatnya kita meninggal dan belum sempat meminta maaf kepada orang yang pernah kita perguncingkan, siap-siap saja kita akan menjadi orang yang bangkrut. Semua amal baik kita digunakan untuk membayar semua kesalahan kita kepada orang lain, dan bahkan mungkin tidak cukup, sehingga dosa-dosa orang lain harus kita tanggung sebagai pengganti dosa kita kepada mereka.
Astagfirullah, mudah-mudahan Allah membimbing dan memelihara setiap langkah kita, sehingga kita tidak menjadi orang yang bangkrut.

Popularity: 30% [?]

PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS LOKAL BERWAWASAN GLOBAL
Oct 19th, 2009 by admin

Drs. Khaerudin, M.Pd.

A. Pendahuluan
Akhir-akhir ini bangsa kita dikejutkan oleh klaim yang dilakukan oleh Malaysia berkenaan dengan sejumlah produk dan budaya yang sesungguhnya milik kita. Kita merasa tersinggung dengan ulah Malaysia tersebut. Sejumlah produk yang telah dicoba diklaim oleh Malaysia diantaranya kesenian Reog Ponorogo, Angklung,

Guru SD di Kotabumi Lampung

Guru SD di Kotabumi Lampung

Kuda Lumping, Lagu Rasa Sayange, dan yang paling menghebohkan Tari Pendet. Di samping itu ada sejumlah produk lain yaitu Batik, Wayang Kulit, Rendang Padang, dan Keris
Mengapa peristiwa ini terjadi? Semua barangkali sepakat karena Malaysia “dalam konteks” ini tidak punya etika, tidak punya malu, dan tidak berbudaya. Tapi problemnya adalah kalau kita menyikapi suatu permasalahan hanya melihat kelemahan dan kesalahan orang lain, apakah permasalahan tersebut akan teratasi secara tuntas? Dalam hal ini saya berpendapat “tidak” atau paling tidak “sulit”, karena kita akan mengalami kesulitan untuk mengubah sikap dan perilaku orang lain. Sikap yang paling bijak dan paling mudah menurut saya adalah kita melakukan introspeksi; kita mencoba mencari kelemahan-kelemahan yang terjadi pada diri kita, karena permasalahan yang muncul bisa jadi karena kesalahan dan kelemahan kita. Kalau kita mampu menemukan kelemahan dan menyadari kelemahan tersebut, maka sangat mungkin kita melakukan perubahan. Pola pikir seperti inilah barangkali yang dapat kita gunakan untuk menyikapi permasalahan di atas. Bisa jadi klaim yang dilakukan Malaysia atas sejumlah produk budaya kita disebabkan oleh kelemahan diri kita sendiri yang dimanfaatkan oleh mereka. Read the rest of this entry »

Popularity: 47% [?]

PULANG KAMPUNG
Sep 19th, 2009 by admin

Oleh: Khaerudin

Menjelang akhir Ramadhan dan menghadapi Hari Raya Idul Fitri banyak orang mulai mempersiapkan diri untuk pulang kampung. Bahkan bagi sementara orang persiapan dilakukan jauh-jauh hari, sebelas bulan sebelumnya. Karena pulang kampung merupakan peristiwa yang sangat ditunggu-tunggu; Dengan pulang kampung kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan sanak sudara; bertemu teman lama sewaktu kecil; tentu kenangan indah dan pahit semasa kecil akan teringat kembali;sungguh saat- saat yang indah. Read the rest of this entry »

Popularity: 19% [?]

MENGHITUNG KUANTITAS IBADAH KITA
Sep 13th, 2009 by admin

Oleh: Khaerudin

Sudah berapa banyakkah kita beribadah selama hidup kita?
Seberapa berkualitaskan ibadah yang telah kita lakukan?
Adakah keseimbangan antara aktivitas beribadah dengan aktivitas lain dalam kehidupan kita? Read the rest of this entry »

Popularity: 20% [?]

KASIH SAYANG ALLAH YANG TERSEMBUNYI
Sep 13th, 2009 by admin

Oleh: Khaerudin

Diantara kita tentu pernah merasa kecewa dan bahkan putus asa tatkala berbagai upaya telah dilakukan dan doa kita panjatkan, namun semuanya tidak membuahkan hasil. Dalam kondisi seperti ini tidak jarang juga kemudian diantara kita mempertanyakan kasih sayang Allah kepada kita. Padahal Allah telah berjanji “berdo’alah kamu, niscaya akan Kukabulkan”. Namun kenyataannya sudah setiap saat kita panjatkan doa, hasilnya? Nihil. Doa hanyalah tinggal doa, masalah yang kita hadapi tetap saja menggelayuti kita. Apakah benar Allah tidak sayang lagi kepada kita? Lebih keras lagi, apakah Allah telah mengingkari janji-Nya? Read the rest of this entry »

Popularity: 25% [?]

Membangun UNJ Sebagai Organisasi Belajar yang Unggul
Sep 5th, 2009 by admin

Oleh: Khaerudin

A. Pendahuluan
Sebagai sebuah organisasi, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tidak bisa steril dari pengaruh lingkungan yang dinamis dan cepat berubah. UNJ harus peka terhadap perubahan, baik yang terjadi saat ini dan terutama perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Layaknya sebagai sebuah organisme yang hidup di alam bebas dan lingkungan yang terus berubah, UNJ juga akan dihadapkan pada hukum alam. Ia akan dan telah lahir sebagai “bayi”, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi “anak-anak”, “remaja”, “dewasa”, dan pada saatnya nanti akan menghadapi “kematian”. Berkenaan dengan peristiwa “kematian” ini sangat bergantung kepada UNJ sendiri dalam kemampuannya melakukan adaptasi dan antisipasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada lingkungannya. Bisa jadi peristiwa “kematian” itu akan terjadi dalam waktu satu tahun, sepuluh tahun, lima puluh tahun, atau seratus tahun ke depan. Atau bisa jadi sebelum “kematian” yang sesungguhnya terjadi sudah terlebih dahulu “mati suri”, karena keberadaan dan kehidupannya tidak bisa lagi berbuat dan menghasilkan apa-apa. Read the rest of this entry »

Popularity: 30% [?]

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL UN
Jun 18th, 2009 by admin

Oleh: Khaerudin

Pendahuluan
Hasil UN tahun 2009 telah diumumkan 15 Juni 2009. BSNP menyatakan bahwa “Angka kelulusan SMA dan MA tahun ini naik 2,3% yaitu sebesar 93,62% dari angka tahun lalu yang sebesar 91,32%”. Ini berarti masih ada 8,68% siswa SMA dan MA tidak lulus. Siapa yang salah? Pasti tidak akan ada yang pihak yang dengan rendah hati mengakui itu adalah kesalahannya. Hal yang sangat mungkin terjadi, pihak yang paling disalahkan adalah siswanya sendiri dan guru atau sekolah. Siswa akan dinilai orang “bodoh” yang tidak memiliki kemampuan menjawab soal-soal dengan baik. Guru dan sekolah akan dianggap gagal “mendidik” lebih tepatnya mengajar para siswanya, dan jika jumlahnya banyak sekolah akan dianggap sekolah yang tidak “bonafid”.
Fair? Read the rest of this entry »

Popularity: 33% [?]

UN Meningkatkan Mutu Pendidikan Kita?
May 1st, 2009 by admin

Oleh: Khaerudin

Anjing menggonggong kapilah tetap berlalu. Ini peribahasa yang paling pas untuk menganalogikan banyaknya kritik atas keberadaan dan penyelenggaraan UN di negeri kita tercinta. Para pengamat dan praktisi pendidikan yang tidak setuju dengan penyelengaraan UN biarkan saja dengan berbagai argumentasinya, dan UN tetap terus berjalan dengan berbagai rasionalisasinya. Dan memang filosofi ini dirasakan ampuh untuk menyelenggarakan UN tanpa pantang mundur, sehingga UN masih dapat terus berjalan sejak puluhan tahun lalu hingga saat ini (cukup dengan mengganti nama). Kali pertama “ujian akhir nasional” diselenggarakan pada tahun 1965 dengan nama Ujian Negara. Penggunaan istilah Ujian Negara berlangsung sampai tahun 1971. Mulai tahun 1972 – 1979, model ujian yang terpusat sempat ditiadakan, dan diganti dengan Ujian Sekolah. Namun mulai tahun 1980 – 2000, “ujian nasional” kembali digelar dengan nama “EBTANAS”, dan pada tahun 2001 sampai sekarang kembali lagi ganti “baju” dengan nama UAN/UN. Read the rest of this entry »

Popularity: 23% [?]

UN Gengsi Semua Pihak
Apr 28th, 2009 by admin

Oleh: Khaerudin

Mengingat UN adalah “hajat nasional”, yang sekaligus dipersepsikan sebagai rujukan dan kriteria keunggulan pendidikan kita, maka sangatlah wajar, keberhasilan dalam UN menjadi kebanggan dan prestige semua pihak. Siswa akan merasa bangga kalau ia dapat lulus dan mendapatkan nilai yang tinggi; Para orang tua juga merasa bangga kalau anak mereka dapat mengikuti dan lulus dengan baik setelah mengikuti UN; Para guru dan Kepala Sekolah merasa bangga dan puas kalau para siswanya, lebih-lebih kalau seluruh siswanya (100%), lulus dengan nilai di atas rata-rata, atau kalau sekolahnya menjadi 10 besar di kotanya; Para birokrat pendidikan di lingkungan kota (Kasie, sudin, bahkan walikota/bupati, dan tentunya Dinas Pendidikan dan para Gubernur) juga merasa bangga kalau anak-anak sekolah di lingkungan atau di wilayahnya dapat lulus dengan baik. Read the rest of this entry »

Popularity: 15% [?]

Olah Otak Tingkatkan Kemampuan Berpikir
Mar 16th, 2009 by admin

Kapanlagi.com – Semakin sering berlatih akan semakin bagus. Ungkapan itu mungkin sering kita dengar dalam masalah fisik. Tapi siapa sangka bahwa ungkapan yang sama juga berlaku untuk kerja otak kita. Setidaknya itulah hasil penelitian yang dilakukan gabungan para ilmuwan dari Amerika Serikat dan Swiss beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan BBC 29 April kemarin, tim US-Swiss ini melakukan pengujian terhadap 35 sukarelawan selama hampir 3 minggu. Ke-35 sukarelawan itu dihadapkan serangkaian tes selama 25 menit setiap harinya. Tes yang dilakukan pun bervariasi mulai uji kemampuan mengingat huruf sampai serangkaian tes dengan menggunakan bantuan bentuk. Tes yang dilakukan dengan komputer ini akan terus meningkat kesulitannya sesuai dengan hasil tes sebelumnya. Namun bila subyek yang diuji melakukan kesalahan, komputer akan memberi waktu menyesuaikan kemampuan. Tes ini tak jauh dari game komputer yang akan terus meningkat kesulitannya setiap level.

Setelah menyelesaikan ‘pelatihan’ selama 3 minggu itu, hasil nilai akhir ke-35 sukarelawan tadi dibandingkan dengan hasil tes awal mereka. Ternyata, ada peningkatan yang menyolok antara hasil kedua tes tersebut. Hasil ini kemudian dibandingkan dengan hasil tes dari sukarelawan lain yang tidak mengikuti program pelatihan tersebut. Hasilnya lagi-lagi menunjukkan perbedaan yang lumayan drastis.

Saat dihadapkan pada permasalahan yang tidak berhubungan dengan komputer, kelompok yang menjalani ‘pelatihan’ ini pun tampil lebih baik dari pada kelompok yang tidak menjalani ‘pelatihan’. Menurut Professor Walter Perrig dari University of Bern kemampuan masing-masing individu meningkat walaupun peningkatan itu tidak sama rata tingkatannya.

Baroness Susan Greenfield, seorang ilmuwan terkemuka Inggris, menyatakan bahwa dengan stimulasi semacam itu membuat sel otak mulai membuka ‘cabang-cabang’ baru dan membuat ikatan dengan sel-sel lain. Namun kebiasaan akhirnya tetap menjadi kunci dari semuanya. Semakin sering berlatih maka akan semakin baik lagi. (bbc/roc)

Sumber: KapanLagi.com

Popularity: 21% [?]

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa