»
S
I
D
E
B
A
R
«
Pelatihan PTK dengan E-Learning
Aug 20th, 2010 by admin

Program Pelatihan PTK dengan E-learning ini disediakan untuk umum. Peserta akan didampingi secara online dalam melakukan PTK, mulai dari pemahaman prinsip-prinsip PTK, penulisan proposal, pembuatan instrumen, pelaksanaan penelitian, sampai pada penulisan laporan. Selain uraian materi, peserta difasilitasi dengan Forum dan Chating untuk berkomunikasi dengan tutor dan peserta lain. Untuk mengetahui kemajuan belajar, peserta dapat mengerjakan Kuisdan Tes yang hasilnya dapat diketahui secara langsung, disertai dengan umpan baliknya. Peserta juga dapat menuangkan ide-idenya melalui Blog, yang dapat dibaca oleh peserta lain.

Belajar lebih lanjut

Popularity: 45% [?]

PENDIDIKAN ISLAM DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT
Aug 19th, 2010 by admin

Oleh : Fitri Lestari Issom, S. Pd., M. Si
(fitri_issom@yahoo.com)

Abstrak

Pendidikan dalam Islam memiliki kedudukan yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan disebutkannya konsep pendidikan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits berulang kali.
Pendidikan hendaknya jangan hanya dituangkan dalam pengetahuan semata-mata kepada anak didik, tetapi harus juga diperhatikan pembinaan moral, sikap dan tingkah laku. Oleh karena itu, dalam setiap pendidikan, pengetahuan harus ada pendidikan moral dan pembinaan kepribadian yang sehat. Pendidikan seperti itu ada dalam pendidikan Islam. Pendidikan Islam menurut Ashraf (1993) adalah pendidikan yang melatih sensibilitas individu sedemikian rupa, sehingga dalam perilaku mereka terhadap kehidupan, langkah-langkah, keputusan-keputusan, serta pendekatan-pendekatan mereka terhadap semua ilmu pengetahuan mereka diatur oleh nilai-nilai etika Islam yang sangat dalam dirasakan. Mereka dilatih dan secara mental sangat berdisiplin sehingga mereka ingin memiliki pengetahuan bukan saja untuk memuaskan rasa ingin tahu intelektual atau hanya untuk manfaat kebendaan yang bersifat duniawi, tetapi juga untuk tumbuh sebagai makhluk yang rasional, berbudi, dan menghasilkan kesejahteraan spiritual, moral, dan fisik keluarga mereka, masyarakat, dan umat manusia (Ashraf, 1993).
Untuk itu, pendidikan Islam harus mulai diperkenalkan, diajarkan, dan dibiasakan sejak dini. Pelaksanaannya harus dimulai sejak di dalam lingkungan keluarga dan berlanjut ke lingkungan masyarakat.
Penerapan pendidikan Islam hanya bisa terlaksana dalam rumah tangga Islami yang bertujuan menciptakan Rumahku Surgaku / Baiti Jannati. Bentuk penerapan pendidikan Islam dalam keluarga dimulai bukan hanya ketika anak telah lahir ke dunia, tetapi jauh sebelum itu, yaitu sejak pemilihan pasangan hidup, saat kehamilan, pemilihan nama, hingga memilih teman yang baik bagi anak.
Di samping itu, penerapan pendidikan Islam dalam masyarakat bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang sholeh sehingga terciptalah kebahagiaan dunia dan akhirat. Bentuk penerapan pendidikan Isalm dalam masyarakat diantaranya membiasakan menolong masayarakat Islam, membina hubungan di kalangan muslim memberi sumbangan dalam perkembangan masyarakat, dan mengukuhkan identitas budaya Islam.

Kata Kunci : Pendidikan Islam, Keluarga, Masyarakat. Read the rest of this entry »

Popularity: 58% [?]

HASIL UJIAN NASIONAL
Apr 27th, 2010 by admin

Hasil ujian nasional (UN) untuk tingkat SMA/SMK telah diumumkan pada Senin, 26 April 2010. Sudah menjadi hukum alam, hasil dari ujian inipun terbagi menjadi dua kelompok, yaitu mereka yang lulus dan tidak lulus. Secara nasional terdapat 154.079 siswa tidak lulus atau sekitar 10% dari total peserta ujian yang mencapai 1.522.162 siswa.
Hal yang perlu mendapat perhatian kita adalah bagaimana suasana dan ekspresi yang ditunjukkan oleh anak-anak kita sesaat dan setelah pengumuman UN itu diterima. Hampir seluruh anak-anak didik kita bahkan para orang tua dan guru mereka “STRESSSS” menunggu pengumuman UN keluar, karena ini menyangkut nasib dan masa depan mereka. Bisa dibayangkan sekitar 1,5 juta anak-anak muda kita (calon penerus bangsa) megalami kondisi stress massal. Bahkan kondisi stress ini bisa terjadi pada saat mereka akan menghadapi UN yang lalu. Itu berarti anak-anak kita hampir selama satu bulan berada dalam suasana stress.
Kondisi stress memuncak dan meledak pada saat mereka menerima pengumuman hasil UN dan dinyatakan TIDAK LULUS. Tidak sedikit diantara mereka yang berteriak histeris, pinsan bahkan ada juga yang melalukan “pemberontakan”. Sebaliknya mereka yang dinyatakan LULUS langsung mengekspresikan kegembiraannya dengan melakukan “pesta” corat-coret baju bahkan pada sekujur tubuh dengan spidol dan cat dan dilanjutkan dengan arak-arakan (konvoi) motor di jalan raya, yang pasti mengganggu ketertiban umum. Iya memang ini dilakukan oleh sebagian kecil anak-anak didik kita. Tapi bagaimanapun juga ini menggambarkan hasil dari pendidikan kita yang diuji dengan menggunakan model UN. Hal yang ingin saya pertanyakan adalah apakah iya anak-anak seperti di atas – yang dinyatakan telah LULUS dari suatu satuan pendidikan yang memiliki standar kompetensi lulusan yang sesungguhnya sangat ideal – adalah yang anak-anak yang kita harapkan? Apakah iya UN telah mampu menilai anak-anak didik kita sehingga pantas dinyatakan LULUS sesuai dengan standar kompetensi lulusan secara komprehensif?
Mari kita renungkan lebih jauh…..

Popularity: 45% [?]

MODELS OF TEACHING BASE ON LIVING VALUE IN ISLAMIC SCHOOL
Apr 1st, 2010 by admin

Dwikoranto
Physics Educations of FMIPA Unesa
Campus Unesa Jl. Ketintang Surabaya 60231 Telp.(031) 8289070
E-mail: dwi_bsc.saja@yahoo.co.id

ABSTRAC
Problems of ethic kindness recently is intensively talked by various media. Society, old fellow, observer of education feel there is changing in arranging tata krama have, ethics and my behavior from our students. To the number of behavioral school childrens of me digress which do not is righteously conducted, have an affair the abundantness, play internet which digressing, habit smoke which was gone to at usage of forbidden drug, quarrel between group, are something that often we see and we meet in good media print and electronic. Society in the case of driving earn us tell awareness of consumer walke very less, do not care to user/ wearer of other road;street. In have organization to discuse people proxy show person which have wise do not and wisdom. Symptom whether/ what this, is education of us fail to, or the educator of which cannot digugu dan ditiru, or creation of cipta, rasa dan karsa to student have insignificant. Father teaching education of Ki Hajar Dewantoro attendance of longed. Do influence of media a period to which do not be controlled. Some anxious society element and care with this matter have done fortifying of this adolescent mischief pass education base on Islamic fullday school. This article try a little a little problem of forming of ethic kindness through study base on religious islam and universal values.
Keyword : models of teaching, living value, Islamic school. Read the rest of this entry »

Popularity: 54% [?]

Liku-liku Ujian Nasional
Mar 22nd, 2010 by admin

Halaman ini berisi berita tentang liku-liku Ujian Nasional yang dilihat dari sisi siswa SMA/SMK. Berita dikutip dari Liputan6.com dan okezone.com. Halaman ini hanya ingin menggambarkan betapa hiruk pikuknya anak-anak kita dalam menghadapi ujian, karena ujian nasional akan sangat menentukan “nasib” mereka di masa datang. Read the rest of this entry »

Popularity: 43% [?]

ISLAM AND MODERNITY
Mar 21st, 2010 by admin

By Rusydy Zakaria, M.Ed.M.Phill.

Abstraks
Artikel ini membahas thema tentang Islam dan Modernitas. Pencarian hubungan antara Islam dan Modernitas menjadi landasan studi ini dilakukan. Terdapat tiga isu yang akan dibahas. Pertama akademik debat tentang Islam dan Modernitas dengan focus pada tiga teori besar: Weber, Marxism, liberalisme dan neo liberlisme. Kedua pada isu tentang tekanan kontemporer terhadap Islam dalan konteks modernitas. Ketiga tentang respon kaum muslim terhadap modernitas. Dalam artikel ini dibahas tentang bagimana Islam sebagai sebuah system ideology dunia memainkan peran yang sigifikan di dalam proses modernitas. Juga artikel ini akan mendiskusikan berbagai tingkat respon kaum muslim terhadap modernitas, mulai dari yang sangat konservatif sampai dengan yang radikal. Terakahir, artikel ini memberi ulasan pula dalam kontek pendidikan Islam; yakni bagaimana pendidikan Islam memberikan respon terhadap isu sekulariasasi dan demokrasi sebagai impak langsung dari modernitas).
Kata kunci: Islam dan Modernitas Read the rest of this entry »

Popularity: 100% [?]

ISLAMIC EDUCATION AND REINTEGRATION OF SCIENCES
Mar 21st, 2010 by admin

ISLAMIC EDUCATION AND REINTEGRATION OF SCIENCES: Developing Models in the Age of Global Competition
Oleh: Azyumardi Azra
Professor of history & Director, Graduate School
Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta, Indonesia

“In the early centuries of Islamic civilization the broadest possible learning was widely supported by orthodox Muslim precepts. However, in time, an opposing doctrinal trend gained strength. Not only the limitation but also the “dangers” of knowledge were increasingly described by religious authorities…Limits to the scope of permissible learning eventually came to be defined by religious scholars, and philosophical and scientific investigation came under increasing attack” (Turner 1995:18). Read the rest of this entry »

Popularity: 45% [?]

LAYANAN PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING
Mar 21st, 2010 by admin

LAYANAN PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING UNTUK PEMERATAAN AKSES DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

Oleh:
Dr. Rusman, M.Pd. & Dr. Toto Ruhimat, M.Pd.

Abstract: E-learning is a general term used to refer to computer-enhanced learning based that facilitates whoever, wherever, and whenever the person is to be able to learn more fun, easier and cheaper by using Internet. In other words, E-learning is the use of network technologies to create, foster, deliver, and facilitate learning, anytime and anywhere. It also means a learning facility that uses electronic devices such as LAN, WAN, or Internet to give lectures, to interact, or to guide and monitor the students. E-learning is naturally suited to distance learning and flexible learning. This learning is an asynchronous or self-directed; self-paced activity that is used in order for the students to obtain learning materials by using electronic computer devices that are designed to help the students to get learning materials needed. Asynchronous consists of learning that is stand-alone. Asynchronous e-Learning can be delivered through the web, via an Intranet, or by way of an extranet. Read the rest of this entry »

Popularity: 43% [?]

PEMBELAJARAN METAKOGNITIF
Mar 16th, 2010 by admin

PEMBELAJARAN METAKOGNITIF DALAM SRATEGI KOOPERATIF THINK-PAIR-SHARE DAN THINK-PAIR-SHARE+METAKOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA BIOLOGI DI SMA NEGERI PALANGKARAYA

Oleh:
Yula Miranda

Universitas Palangkaraya, FKIP. Jurusan pendidikan MIPA. Prodi Biologi,
Jl. Yos Sudarso Tanjung Nyahu. Palangkaraya

Abstract:
The experimental research to know the influence of learning strategy TPS and TPS+M to metacognitive ability and to know the influence of student’s upper and lower academic ability to metacog-nitive ability. The purposes of the research which uses quasi-experiment design and the Nonequivalent Control Group Design 2×2 factorial version with each factor consists of 2 levels, to know the influence of independent variable (learning strategy) and secondary independent variable (academic ability) to dependent variable (metacognitive ability). Read the rest of this entry »

Popularity: 53% [?]

MAKNA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN MEMBENTUK WATAK
Mar 16th, 2010 by admin

MAKNA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN MEMBENTUK WATAK DALAM RANGKA MEMBANGUN PERADABAN BANGSA YANG BERMARTABAT (SEBUAH TINJAUAN ANALITIS TENTANG FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL DAN IMPLIKASINYA)

Oleh,
Prof. Dr. H. Soedijarto, MA

I. PENDAHULUAN

Sebagai sering penulis kemukakan, Indonesia adalah salah satu dari tidak banyak Negara yang UU Dasarnya menetapkan “mencerdaskan kehidupan bangsa” sebagai salah satu dari misi penyelenggaraan pemerintahan Negara. Di samping itu UUD Indonesia (UUD 1945) adalah salah satu dari tidak banyak UUD Negara yang disamping memberi hak kepada setiap warga Negara untuk memperoleh pendidikan (pasal 31 ayat (1)), juga menetapkan kewajiban Pemerintah untuk “mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional”, disamping itu UUD 1945 juga menetapkan kewajiban Pemerintah “memajukan kebudayaan nasional Indonesia”.
Para pelajar perbandingan UUD dan sejarah perkembangan peradaban, seperti penulis, akan bertanya “Mengapa para pendiri Republik menetapkan misi “mencerdaskan kehidupan bangsa” dan “memajukan kebudayaan nasional Indonesia” sebagai tanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan Negara? Bagaimana dengan kehidupan bangsa Indonesia dan kebudayaan nasional Indonesia pada tahun 1945 yang perlu dimajukan? Read the rest of this entry »

Popularity: 42% [?]

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa