Pencarian

Custom Search

Renungan di Hari Arafah

بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar.

Haji adalah Arafah…
Arafah adalah Hari Perenungan…
Sebuah perenungan tentang Sang Khalik…
Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan…
Continue reading Renungan di Hari Arafah

Popularity: 15% [?]

ORANG BARAT “Terkejut Dengan CARA ISLAM MENYEMBELIH SAPI“

Para Ilmuwan Barat sdh banyak membuktikan Kebenaran Perintah-2 Allah SWT dan RasulNya

salah satunya cara Menyembelih Ternak yg sesuai Syari’at shg :

Masya Allah, semakin Maju Penelitian Ilmiyah Semakin Membuktikan Kebenaran Islam.
Jelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, jangan pernah makan daging sapi tanpa disembelih, ternyata syariat Islam ini membuat orang barat terkejut.

Simak penelitian ini.
Continue reading ORANG BARAT “Terkejut Dengan CARA ISLAM MENYEMBELIH SAPI“

Popularity: 15% [?]

Cara Menangkap Nyamuk Dalam Botol Secara Alami Tanpa Racun

Nyamuk cukup mengganggu dan sangat berbahaya sebagai penyebar berbagai penyakit mematikan.
Cairan pembunuh serangga di pasaran kurang efisien dan bahkan membawa dampak sampingan yang serius.

Berikut ini cara MUDAH dan MURAH yang bisa dicoba.
Cocok untuk segala kondisi pemukiman, sekolah, rumah sakit, dll.
Sangat KREATIF bila dikenalkan pada para siswa sekolah untuk dicoba di sekolah dan di rumah
masing-masing.
Continue reading Cara Menangkap Nyamuk Dalam Botol Secara Alami Tanpa Racun

Popularity: 17% [?]

BUKTI AL-QURAN BUKAN BUATAN MANUSIA

Al-Quran adalah kalam Allah yang merupakan sebuah Mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi akhir jaman Muhammad . Tidak ada yang menandingi keindahan bahasa Al-Quran dan keindahan ketika kita melantunkan Al-Quran. Banyak orang yang hatinya tergetar jika di bacakan ayat-ayat Al-Quran, sehingga kemudian dia mendapatkan risalah kebenaran. Al-Quran adalah satu-satunya kitab yang terjaga keasliannya walau telah diturunkan 14 abad yang lalu akan tetapi tetap terjaga dalam satu Bahasa dan satu huruf yang terangkai didalamnya.
Continue reading BUKTI AL-QURAN BUKAN BUATAN MANUSIA

Popularity: 11% [?]

INVESTASI YANG CERDAS

Dalam banyak perbincangan santai dengan kolega kita sering membicarakan masalah investasi. Kita sering mendengar cerita teman berbagai bentuk investasi yang mereka lakukan untuk persiapan masa depan. Ada diantara kita yang membeli tanah dan bangunan, ruko, kebun atau sawah, dan ada juga menyimpan dananya dalam bentuk logam mulia, deposito, dan/atau asuransi. Kita begitu antusias untuk mempersiapkan diri kita menghadapi masa depan, di saat kita telah pensiun, agar lebih baik. Apa sih sesungguhnya yang disebut investasi? Continue reading INVESTASI YANG CERDAS

Popularity: 19% [?]

Rahasia Sukses Mantan TKI Ilegal

Saya (Jamil Azzaini) berkenalan dengan lelaki asal Banyuwangi bernama Budi Harta Winata saat umroh Januari 2015. Selama umroh bersama ia bercerita banyak tentang perjalanan hidupnya.

Tergiur dengan iklan untuk bekerja di kapal pesiar, lelaki ini justru pernah dipekerjakan di kapal pembawa kayu illegal ke Malaysia. Saat hendak melarikan diri dari “jebakan” mafia tersebut ia harus bertaruh nyawa untuk menyelamatkan diri.
Continue reading Rahasia Sukses Mantan TKI Ilegal

Popularity: 20% [?]

LOYO…!

Loyo itu bermakna sangat lemah atau tak berdaya. Hampir setiap orang pasti pernah loyo, sekali-kali itu manusiawi. Akan tetapi tentu tidak baik apabila kita sering loyo. Oleh karena itu, Anda perlu merenung sejenak memikirkan hidup Anda apabila sering loyo.
Continue reading LOYO…!

Popularity: 20% [?]

Top 10 eLearning Trends For 2015 Infographic

Top 10 eLearning Trends For 2015 Infographic
Find more education infographics on e-Learning Infographics
Continue reading Top 10 eLearning Trends For 2015 Infographic

Popularity: 21% [?]

Syarat Ibadah Diterima Allah SWT

Sekedar melanjutkan apa yang disampaikan oleh khatib dalam Khutbah Jumat, pada tanggal 9 Januari 2015. Ada informasi (pengetahuan) yang disampaikan oleh khatib yang patut kita renungkan dan kita laksanakan, yaitu pengetahuan tentang bagaimana agar ibadah kita diterima Allah SWT. Bagi sebagian kita bisa jadi pengetahuan ini bukanlah hal yang baru. Kalau itu keadaannya paling tidak informasi ini bisa dijadikan sebagai penyegar ingatan kita (refreshing). Namun bagi sebagian lain yang belum mengetahuinya, tentu menjadi penting agar ibadah yang kita lakukan tidak sia-sia.
Dalam khutbahnya, khatib mengatakan bahwa ada dua persyaratan agar ibadah kita diterima Allah SWT, yaitu ibadah yang kita lakukan harus (1) ikhlas, dan (2) sesuai dengan aturan atau tata cara melaksanakan ibadah yang sedang kita lakukan. Ikhlas dalam pengertian bahwa apa yang kita lakukan adalah semata-mata karena Allah SWT; tidak ada niat dan tujuan lain dalam beribadah selain dari Lillahita’ala. Keikhlasan sendiri sesungguhnya merupakan implementasi dari syahadat yang pertama, yaitu Asyhadu allaa ilaaha illallah. Dengan syahadat ini kita menyatakan bahwa tidak ada illah selain Allah; tidak ada sesuatu apapun yang patut disembah dan mendapatkan persembahan dari kita selain dari Allah SWT.
Oleh karena itu, sangatlah wajar kalau keikhlasan dalam melaksanakan ibadah menjadi persyaratan utama. Sebanyak apapun ibadah yang kita lakukan, kalau tidak ikhlas, tidak akan diterima oleh Allah SWT, karena itu berarti ibadah yang kita lakukan memang tidak dipersembahkan untuk-Nya. Ini juga bisa diartikan ada pihak lain yang menjadi “tempat” persembahan, selain Allah. Naudzubillahiminzalik.
Kedua ibadah yang kita lakukan harus sesuai dengan aturan dan tata cara sebagaimana yang pernah ditunjukkan oleh Nabiyullah Muhammad SAW. Beliau adalah sosok manusia sempurna yang menjadi suri tauladan dalam pola pikir dan pola perilaku dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam melaksanakan ibadah. Beliau adalah perwujudan dari esensi ajaran islam. Beliau telah menunjukkan dengan sempurna bagaimana islam dilaksanakan baik dalam kehidupan yang menyangkut tata kehidupan sehari-hari maupun dalam beribadah. Bila kita mampu meneladani beliau dalam berbagai aspek kehidupan, itu berarti kita telah mewujudkan syahadat kita yang kedua, yaitu kita menyatakan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah (Rasullullah)
Wallahu’alam bishowab, mudah-mudahan Allah SWT memberi petunjuk dan menerima ibadah kita. Amin YRA.

Popularity: 22% [?]

Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ilmu Pendidikan, Kembali Digugat

Pada tanggal 25 November 2014, bertepatan dengan hari guru, penulis menghadiri acara peluncuran buku “Teknologi Pendidikan dalam Pendidikan Jarak Jauh” karya Prof. Dr. Atwi Suparman, yang sekaligus acara pelepasan purna bakti beliau selaku PNS. Acara diselenggarakan di Balai Sidang UT, Pondok Cabe, Tangerang. Pada sesi diskusi, salah seorang Profesor “Pendidikan Sejarah” dari UT mengemukakan “kegelisahannya”. Beliau menyatakan — yang intinya adalah — bahwa ilmu pendidikan yang selama ini dipelajarinya sesungguhnya bersumber dari Pedagogiek yang dikemukakan oleh Langeveld, dan sejak itu tidak ada lagi perkembangan teori-teori tentang “ilmu pendidikan”. Saat ini yang ada hanya pendidikan sejarah, pendidikan matematika, dll. Beliau merasa sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu pendidikan tidak lagi pas disebut demikian, karena ilmu pendidikan telah lama “mati”. Oleh karenanya maka fakultas ilmu pendidikan juga sudah tidak lagi sesuai, karena ilmu pendidikannya sudah tiada.
Isu yang dikemukakan oleh Profesor tersebut sesungguhnya bukanlah isu baru. Beberapa tahun lalu, Prof. Tilaar juga telah menyatakan bahwa ilmu pendidikan telah “mati suri”. Apabila kita melihat dari perkembangan ilmu pendidikan sebagai sebuah ilmu teoritis dan sejak Langeveld tidak ada lagi teori-teori pendidikan yang berhasil dikembangkan, maka bisa jadi kemudian ilmu pendidikan dinyatakan telah “mati suri”. Tetapi kalau kita sepakat bahwa bila bicara ilmu pendidikan bisa dilihat dari dimensi praktis, maka sangat sulit diterima bahwa ilmu pendidikan telah “mati suri” apalagi “mati” sungguhan. Pada tataran praktis ilmu pendidikan telah berkembang dengan pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi “lain” yang mendukungnya. Bukankah praktek-praktek pendidikan sejarah, pendidikan matematika, dll merupakan wujud dari penerapan ilmu pendidikan praktis. Bagaimana mungkin melaksanakan pendidikan sejarah, pendidikan matematika, dll tanpa didasari oleh “ilmu pendidikan”.
Menanggapi permasalahan bahwa ilmu pendidikan teoritis yang telah lama “mati suri”, penulis melihat sangat bergantung pada sikap kita sebagai ilmuwan, profesional, akademisi, apalagi guru besar dalam bidang ilmu pendidikan. Ada dua pilihan sikap yang mungkin diambil, pertama adalah kita membiarkan ilmu pendidikan itu terus “mati suri” sampai akhirnya benar-benar mati sungguhan, sehingga praktek-praktek pendidikan yang kita lakukan tidak lagi didasarkan pada teori yang kuat. Atau kedua, hati dan jiwa kita terpanggil untuk “menghidupkannya” kembali menjadi ilmu yang terus eksis dan berkembang untuk membantu praktek pendidikan menjadi lebih baik. Sebagai ilmuwan pendidikan “sejati” tentunya pilihan sikap kedua yang harus kita ambil, karena kita memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk melaksanakan berbagai praktek pendidikan yang didasari oleh teori-teori ilmu pendidikan yang kuat. Oleh karena itu, kita juga punya tanggung jawab untuk terus melakukan berbagai kajian yang mendalam tentang ontologi ilmu pendidikan yang sesungguhnya.
Bagaimana sikap anda?

Popularity: 21% [?]