Pencarian

Custom Search

BUKTI AL’QUR AN BUKAN BUATAN MANUSIA

Al-Quran adalah kalam Allah yang merupakan sebuah Mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi akhir jaman Muhammad . Tidak ada yang menandingi keindahan bahasa Al-Quran dan keindahan ketika kita melantunkan Al-Quran. Banyak orang yang hatinya tergetar jika di bacakan ayat-ayat Al-Quran, sehingga kemudian dia mendapatkan risalah kebenaran. Al-Quran adalah satu-satunya kitab yang terjaga keasliannya walau telah diturunkan 14 abad yang lalu akan tetapi tetap terjaga dalam satu Bahasa dan satu huruf yang terangkai didalamnya.
Continue reading BUKTI AL’QUR AN BUKAN BUATAN MANUSIA

Popularity: 9% [?]

INVESTASI YANG CERDAS

Dalam banyak perbincangan santai dengan kolega kita sering membicarakan masalah investasi. Kita sering mendengar cerita teman berbagai bentuk investasi yang mereka lakukan untuk persiapan masa depan. Ada diantara kita yang membeli tanah dan bangunan, ruko, kebun atau sawah, dan ada juga menyimpan dananya dalam bentuk logam mulia, deposito, dan/atau asuransi. Kita begitu antusias untuk mempersiapkan diri kita menghadapi masa depan, di saat kita telah pensiun, agar lebih baik. Apa sih sesungguhnya yang disebut investasi? Continue reading INVESTASI YANG CERDAS

Popularity: 18% [?]

Rahasia Sukses Mantan TKI Ilegal

Saya (Jamil Azzaini) berkenalan dengan lelaki asal Banyuwangi bernama Budi Harta Winata saat umroh Januari 2015. Selama umroh bersama ia bercerita banyak tentang perjalanan hidupnya.

Tergiur dengan iklan untuk bekerja di kapal pesiar, lelaki ini justru pernah dipekerjakan di kapal pembawa kayu illegal ke Malaysia. Saat hendak melarikan diri dari “jebakan” mafia tersebut ia harus bertaruh nyawa untuk menyelamatkan diri.
Continue reading Rahasia Sukses Mantan TKI Ilegal

Popularity: 20% [?]

LOYO…!

Loyo itu bermakna sangat lemah atau tak berdaya. Hampir setiap orang pasti pernah loyo, sekali-kali itu manusiawi. Akan tetapi tentu tidak baik apabila kita sering loyo. Oleh karena itu, Anda perlu merenung sejenak memikirkan hidup Anda apabila sering loyo.
Continue reading LOYO…!

Popularity: 20% [?]

Top 10 eLearning Trends For 2015 Infographic

Top 10 eLearning Trends For 2015 Infographic
Find more education infographics on e-Learning Infographics
Continue reading Top 10 eLearning Trends For 2015 Infographic

Popularity: 20% [?]

Syarat Ibadah Diterima Allah SWT

Sekedar melanjutkan apa yang disampaikan oleh khatib dalam Khutbah Jumat, pada tanggal 9 Januari 2015. Ada informasi (pengetahuan) yang disampaikan oleh khatib yang patut kita renungkan dan kita laksanakan, yaitu pengetahuan tentang bagaimana agar ibadah kita diterima Allah SWT. Bagi sebagian kita bisa jadi pengetahuan ini bukanlah hal yang baru. Kalau itu keadaannya paling tidak informasi ini bisa dijadikan sebagai penyegar ingatan kita (refreshing). Namun bagi sebagian lain yang belum mengetahuinya, tentu menjadi penting agar ibadah yang kita lakukan tidak sia-sia.
Dalam khutbahnya, khatib mengatakan bahwa ada dua persyaratan agar ibadah kita diterima Allah SWT, yaitu ibadah yang kita lakukan harus (1) ikhlas, dan (2) sesuai dengan aturan atau tata cara melaksanakan ibadah yang sedang kita lakukan. Ikhlas dalam pengertian bahwa apa yang kita lakukan adalah semata-mata karena Allah SWT; tidak ada niat dan tujuan lain dalam beribadah selain dari Lillahita’ala. Keikhlasan sendiri sesungguhnya merupakan implementasi dari syahadat yang pertama, yaitu Asyhadu allaa ilaaha illallah. Dengan syahadat ini kita menyatakan bahwa tidak ada illah selain Allah; tidak ada sesuatu apapun yang patut disembah dan mendapatkan persembahan dari kita selain dari Allah SWT.
Oleh karena itu, sangatlah wajar kalau keikhlasan dalam melaksanakan ibadah menjadi persyaratan utama. Sebanyak apapun ibadah yang kita lakukan, kalau tidak ikhlas, tidak akan diterima oleh Allah SWT, karena itu berarti ibadah yang kita lakukan memang tidak dipersembahkan untuk-Nya. Ini juga bisa diartikan ada pihak lain yang menjadi “tempat” persembahan, selain Allah. Naudzubillahiminzalik.
Kedua ibadah yang kita lakukan harus sesuai dengan aturan dan tata cara sebagaimana yang pernah ditunjukkan oleh Nabiyullah Muhammad SAW. Beliau adalah sosok manusia sempurna yang menjadi suri tauladan dalam pola pikir dan pola perilaku dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam melaksanakan ibadah. Beliau adalah perwujudan dari esensi ajaran islam. Beliau telah menunjukkan dengan sempurna bagaimana islam dilaksanakan baik dalam kehidupan yang menyangkut tata kehidupan sehari-hari maupun dalam beribadah. Bila kita mampu meneladani beliau dalam berbagai aspek kehidupan, itu berarti kita telah mewujudkan syahadat kita yang kedua, yaitu kita menyatakan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah (Rasullullah)
Wallahu’alam bishowab, mudah-mudahan Allah SWT memberi petunjuk dan menerima ibadah kita. Amin YRA.

Popularity: 21% [?]

Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ilmu Pendidikan, Kembali Digugat

Pada tanggal 25 November 2014, bertepatan dengan hari guru, penulis menghadiri acara peluncuran buku “Teknologi Pendidikan dalam Pendidikan Jarak Jauh” karya Prof. Dr. Atwi Suparman, yang sekaligus acara pelepasan purna bakti beliau selaku PNS. Acara diselenggarakan di Balai Sidang UT, Pondok Cabe, Tangerang. Pada sesi diskusi, salah seorang Profesor “Pendidikan Sejarah” dari UT mengemukakan “kegelisahannya”. Beliau menyatakan — yang intinya adalah — bahwa ilmu pendidikan yang selama ini dipelajarinya sesungguhnya bersumber dari Pedagogiek yang dikemukakan oleh Langeveld, dan sejak itu tidak ada lagi perkembangan teori-teori tentang “ilmu pendidikan”. Saat ini yang ada hanya pendidikan sejarah, pendidikan matematika, dll. Beliau merasa sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu pendidikan tidak lagi pas disebut demikian, karena ilmu pendidikan telah lama “mati”. Oleh karenanya maka fakultas ilmu pendidikan juga sudah tidak lagi sesuai, karena ilmu pendidikannya sudah tiada.
Isu yang dikemukakan oleh Profesor tersebut sesungguhnya bukanlah isu baru. Beberapa tahun lalu, Prof. Tilaar juga telah menyatakan bahwa ilmu pendidikan telah “mati suri”. Apabila kita melihat dari perkembangan ilmu pendidikan sebagai sebuah ilmu teoritis dan sejak Langeveld tidak ada lagi teori-teori pendidikan yang berhasil dikembangkan, maka bisa jadi kemudian ilmu pendidikan dinyatakan telah “mati suri”. Tetapi kalau kita sepakat bahwa bila bicara ilmu pendidikan bisa dilihat dari dimensi praktis, maka sangat sulit diterima bahwa ilmu pendidikan telah “mati suri” apalagi “mati” sungguhan. Pada tataran praktis ilmu pendidikan telah berkembang dengan pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi “lain” yang mendukungnya. Bukankah praktek-praktek pendidikan sejarah, pendidikan matematika, dll merupakan wujud dari penerapan ilmu pendidikan praktis. Bagaimana mungkin melaksanakan pendidikan sejarah, pendidikan matematika, dll tanpa didasari oleh “ilmu pendidikan”.
Menanggapi permasalahan bahwa ilmu pendidikan teoritis yang telah lama “mati suri”, penulis melihat sangat bergantung pada sikap kita sebagai ilmuwan, profesional, akademisi, apalagi guru besar dalam bidang ilmu pendidikan. Ada dua pilihan sikap yang mungkin diambil, pertama adalah kita membiarkan ilmu pendidikan itu terus “mati suri” sampai akhirnya benar-benar mati sungguhan, sehingga praktek-praktek pendidikan yang kita lakukan tidak lagi didasarkan pada teori yang kuat. Atau kedua, hati dan jiwa kita terpanggil untuk “menghidupkannya” kembali menjadi ilmu yang terus eksis dan berkembang untuk membantu praktek pendidikan menjadi lebih baik. Sebagai ilmuwan pendidikan “sejati” tentunya pilihan sikap kedua yang harus kita ambil, karena kita memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk melaksanakan berbagai praktek pendidikan yang didasari oleh teori-teori ilmu pendidikan yang kuat. Oleh karena itu, kita juga punya tanggung jawab untuk terus melakukan berbagai kajian yang mendalam tentang ontologi ilmu pendidikan yang sesungguhnya.
Bagaimana sikap anda?

Popularity: 20% [?]

Langkah-langkah Install Program Sahabat

Selamat… Anda telah memutuskan untuk mencoba sistem evaluasi online.
1. KLIK 2x file setup (hasil unduhan) dari web www.ilmupendidikan.net

explorer

explorer


2. Akan tampil halaman berikut, kemudian pilih Destination Folder pada posisi Drive C untuk offline atau pada server untuk online, dan KLIK tombol Intall
Drive C

Drive C


3. Akan tampil halaman berikut, dan tunggu sampai proses selesai. Kalau sudah completed KLIK tombol Close
Proces Complete

Proces Complete


4. Kemudian buka, windows explorer –> Drive C –> folder xampp
Explorer_2

Explorer_2


5. Kemudian KLIK 2x file xampp-control, dan akan tampil halaman XAMPP Control Panel Application berikut:
Xampp

Xampp


6. Kemudian aktifkan program Apache dan MySql, dengan memberi tanda cek (v) pada kotak Svc dan meng-KLIK tombol Start
Xampp Running

Xampp Running


7. Kalau keduanya sudah Running, buka web browser Anda, dan buka / tuliskan: localhost/system_evaluasi untuk yang mode offline

Maka akan tampil halaman validasi yang meminta kode validasi.

8. Isikan kode validasi yang diperoleh dari email khaerudin.tp.sehat@gmail.com

Kalau Anda belum mendapatkannya minta kode validasi tersebut dengan mengirimkan data berikut:
* nama sekolah,
* nama mata pelajaran,
* formatnya (online atau offline)” ke alamat email di atas.

Anda juga akan mendapatkan Pedoman Pemanfaatan Sahabat secara lengkap

Selamat mencoba…

Popularity: 24% [?]

DISORIENTASI DUNIA PENDIDIKAN KITA

Carut marut dunia pendidikan kita selalu menjadi perbincangan yang menarik banyak pihak namun sampai saat ini belum menghasilkan solusi yang jitu untuk mengatasinya. Hal ini disebabkan karena masing-masing pihak memiliki persepsi, kriteria, harapan dan kepentingan yang berbeda tentang keberadaan dan proses pendidikan di negeri kita tercinta ini. Perbedaan pada tataran implementasi bisa saja terjadi dan mungkin harus terjadi, karena proses pendidikan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, aspek sosial budaya masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. Namun kalau perbedaan itu terjadi pada aspek filosofi dan kalaupun sama filosofinya namun terjadi perbedaan dalam menginterprestasi filosofi tersebut, ini yang berbahaya. Tampaknya kondisi inilah yang terjadi di negeri kita ini. Kita semua sepakat bahwa pendidikan kita harus berkualitas. Namun kalau kita tanya pendidikan seperti apa yang berkualitas tersebut, apa indikator pendidikan yang berkualitas. Jawabannya sangat beragam dan bahkan adakalanya tidak sejalan antara pendapat satu dengan pendapat lainnya.
Dalam melihat kondisi pendidikan kita saat ini, tentu setiap orang akan memiliki pandangan yang berbeda, bergantung dari sisi mana kita melihatnya. Kalau perbedaan tersebut terjadi pada tataran praksis barangkali tidak akan berakibat terlalu berarti. Tetapi apabila perbedaan tersebut terjadi pada tataran filosofis maka bisa jadi akan berakibat pada perbedaan keseluruhan proses pendidikan yang kita laksanakan. Diantara perbedaan persepsi atau pemahaman yang berakibat pada carut marutnya dunia pendidikan adalah berkenaan dengan apa yang disebut pendidikan BERKUALITAS bahkan lebih khusus lagi tentang sekolah berkualitas. Ya, kita semua belum ada kesepahaman tentang apa yang disebut dengan pendidikan atau sekolah berkualitas.

Sementara orang ada yang memandang bahwa pendidikan berkualitas adalah pendidikan yang menghasilkan anak-anak yang memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, sehingga bisa menjadi juara dalam berbagai lomba dan olimpiade. Sejalan dengan pendapat ini, mereka berpendapat pendidikan atau sekolah berkualitas adalah mereka yang bisa meluluskan 100% siswa-siswinya dan mendapat skor tinggi dari hasil ujian nasional. Akibat dari pihak yang mempersepsikan kualitas pendidikan seperti ini adalah mereka mengerahkan sebagian besar sumber daya yang mereka miliki untuk mengajar siswa-siswinya dengan sejumlah pengetahuan yang bersifat teoretik dan faktual untuk dihafal dan difahami. Dalam kesempatan lain siswa-siswi mereka didrill dalam menjawab sejumlah soal dan diajari trik cara menentukan jawaban yang benar tanpa harus memahami konsep dan prinsip yang ditanyakan dalam soal. Bahkan tidak sedikit sekolah yang kemudian menyerahkan persiapan siswa-siswi mereka ke lembaga bimbingan belajar. Strategi pembelajaran seperti itu memang adalah strategi yang paling efektif untuk mencapai tujuan mereka yaitu mendapatkan predikat sekolah berkualitas.

Ada pihak lain yang memandang pendidikan dan sekolah berkualitas adalah mereka yang mengasilkan lulusan yang memiliki kompetensi setara dengan standar internasional. Oleh karena itu, untuk mencapai predikat pendidikan dan sekolah berkualitas mereka kemudian berlomba menyelenggarakan pendidikan dengan mengadopsi kurikulum dari luar negeri. Dengan cara seperti itu mereka berkeyakinan akan meluluskan siswa-siswi yang berkualitas dan bertaraf internasional.

Tidak usah heran Pemerintah pun memiliki persepsi sendiri tentang pendidikan dan sekolah berkualitas. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah yang sering tidak konsisten (berubah), namun semuanya berlindung pada argumen demi meningkatkan kualitas pendidikan kita. Perubahan kurikulum yang dikembangkan dengan pendekatan yang berbeda menunjukkan Pemerintah memiliki perbedaan tentang pendidikan dan sekolah berkualitas yang ingin diwujudkannya.

Apa jadinya nasib pendidikan kita kalau diantara mereka yang berkepentingan dengan dunia pendidikan memiliki persepsi dan pandangan yang berbeda tentang arah dan target pendidikan yang dilaksanakannya. Apa sesungguhnya yang bisa dijadikan satu kriteria tentang kualitas pendidikan dan sekolah kita. Kemana arah pendidikan dan sekolah kita bergerak untuk mewujudkan pendidikan dan sekolah berkualitas?

Popularity: 32% [?]

KERANGKA ACUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PGTK ISLAM

OLEH : DRS. KHAERUDIN
Dosen Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNJ

Disampaikan dalam acara Workshop Kurikulum Program Diploma PGSDI dan PGTKI, yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah I DKI Jakarta, 30 Juni 2001

A. Pendahuluan
Sejak dibubarkannya Sekolah Pendidikan Guru (SPG) pada awal tahun ’90-an, penyediaan tenaga guru yang profesional sempat mengalami kevakuman. Alasan pembubaran SPG ini diantaranya adalah karena kualifikasi lulusan SPG dianggap sudah tidak lagi memadai untuk membina dan membimbing anak-anak sekolah. Namun sayangnya pemerintah tidak segera mendirikan lembaga baru sebagai pengganti yang dianggapnya memadai untuk mendidik para guru pada tingkat TK dan SD tersebut. Padahal kebutuhan guru di masyarakat semakin banyak dengan semakin menjamurnya TK, baik itu TK umum, TK Islam, Kelompok Bermain (Play Group), dan TK Alquran serta penitipan anak. Dihampir setiap sudut kampung, saat ini, telah terdapat lembaga pendidikan jenis ini. Continue reading KERANGKA ACUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PGTK ISLAM

Popularity: 45% [?]