»
S
I
D
E
B
A
R
«
HASIL UJIAN NASIONAL
Apr 27th, 2010 by admin

Hasil ujian nasional (UN) untuk tingkat SMA/SMK telah diumumkan pada Senin, 26 April 2010. Sudah menjadi hukum alam, hasil dari ujian inipun terbagi menjadi dua kelompok, yaitu mereka yang lulus dan tidak lulus. Secara nasional terdapat 154.079 siswa tidak lulus atau sekitar 10% dari total peserta ujian yang mencapai 1.522.162 siswa.
Hal yang perlu mendapat perhatian kita adalah bagaimana suasana dan ekspresi yang ditunjukkan oleh anak-anak kita sesaat dan setelah pengumuman UN itu diterima. Hampir seluruh anak-anak didik kita bahkan para orang tua dan guru mereka “STRESSSS” menunggu pengumuman UN keluar, karena ini menyangkut nasib dan masa depan mereka. Bisa dibayangkan sekitar 1,5 juta anak-anak muda kita (calon penerus bangsa) megalami kondisi stress massal. Bahkan kondisi stress ini bisa terjadi pada saat mereka akan menghadapi UN yang lalu. Itu berarti anak-anak kita hampir selama satu bulan berada dalam suasana stress.
Kondisi stress memuncak dan meledak pada saat mereka menerima pengumuman hasil UN dan dinyatakan TIDAK LULUS. Tidak sedikit diantara mereka yang berteriak histeris, pinsan bahkan ada juga yang melalukan “pemberontakan”. Sebaliknya mereka yang dinyatakan LULUS langsung mengekspresikan kegembiraannya dengan melakukan “pesta” corat-coret baju bahkan pada sekujur tubuh dengan spidol dan cat dan dilanjutkan dengan arak-arakan (konvoi) motor di jalan raya, yang pasti mengganggu ketertiban umum. Iya memang ini dilakukan oleh sebagian kecil anak-anak didik kita. Tapi bagaimanapun juga ini menggambarkan hasil dari pendidikan kita yang diuji dengan menggunakan model UN. Hal yang ingin saya pertanyakan adalah apakah iya anak-anak seperti di atas – yang dinyatakan telah LULUS dari suatu satuan pendidikan yang memiliki standar kompetensi lulusan yang sesungguhnya sangat ideal – adalah yang anak-anak yang kita harapkan? Apakah iya UN telah mampu menilai anak-anak didik kita sehingga pantas dinyatakan LULUS sesuai dengan standar kompetensi lulusan secara komprehensif?
Mari kita renungkan lebih jauh…..

Popularity: 17% [?]

Liku-liku Ujian Nasional
Mar 22nd, 2010 by admin

Halaman ini berisi berita tentang liku-liku Ujian Nasional yang dilihat dari sisi siswa SMA/SMK. Berita dikutip dari Liputan6.com dan okezone.com. Halaman ini hanya ingin menggambarkan betapa hiruk pikuknya anak-anak kita dalam menghadapi ujian, karena ujian nasional akan sangat menentukan “nasib” mereka di masa datang. Read the rest of this entry »

Popularity: 22% [?]

ISLAM AND MODERNITY
Mar 21st, 2010 by admin

By Rusydy Zakaria, M.Ed.M.Phill.

Abstraks
Artikel ini membahas thema tentang Islam dan Modernitas. Pencarian hubungan antara Islam dan Modernitas menjadi landasan studi ini dilakukan. Terdapat tiga isu yang akan dibahas. Pertama akademik debat tentang Islam dan Modernitas dengan focus pada tiga teori besar: Weber, Marxism, liberalisme dan neo liberlisme. Kedua pada isu tentang tekanan kontemporer terhadap Islam dalan konteks modernitas. Ketiga tentang respon kaum muslim terhadap modernitas. Dalam artikel ini dibahas tentang bagimana Islam sebagai sebuah system ideology dunia memainkan peran yang sigifikan di dalam proses modernitas. Juga artikel ini akan mendiskusikan berbagai tingkat respon kaum muslim terhadap modernitas, mulai dari yang sangat konservatif sampai dengan yang radikal. Terakahir, artikel ini memberi ulasan pula dalam kontek pendidikan Islam; yakni bagaimana pendidikan Islam memberikan respon terhadap isu sekulariasasi dan demokrasi sebagai impak langsung dari modernitas).
Kata kunci: Islam dan Modernitas Read the rest of this entry »

Popularity: 32% [?]

ISLAMIC EDUCATION AND REINTEGRATION OF SCIENCES
Mar 21st, 2010 by admin

ISLAMIC EDUCATION AND REINTEGRATION OF SCIENCES: Developing Models in the Age of Global Competition
Oleh: Azyumardi Azra
Professor of history & Director, Graduate School
Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta, Indonesia

“In the early centuries of Islamic civilization the broadest possible learning was widely supported by orthodox Muslim precepts. However, in time, an opposing doctrinal trend gained strength. Not only the limitation but also the “dangers” of knowledge were increasingly described by religious authorities…Limits to the scope of permissible learning eventually came to be defined by religious scholars, and philosophical and scientific investigation came under increasing attack” (Turner 1995:18). Read the rest of this entry »

Popularity: 34% [?]

Pembelajaran (Tidak) Taat Hukum oleh Depdiknas
Nov 27th, 2009 by admin

Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan melarang Ujian Nasional (UN). Informasi ini diperoleh dari info perkara pada situs Mahkamah Agung (MA) bernomor register 2596 K/PDT/2008 tanggal 14 September 2009. Menanggapi putusan tersebut Mendiknas bersikeras untuk melaksanakan Ujian Nasional (UN) tahun 2010. Ujian Nasional utama akan tetap dilaksanakan sesuai rencana, bulan Maret 2010. Adapun alasannya, karena sampai saat ini masih belum menerima putusan Mahkamah Agung (MA) terkait penolakan kasasi tentang UN.
Bila benar Mendiknas tetap pada pendiriannya, siapa lagi di negeri ini yang dapat dijadikan suri tauladan bagi anak-anak bangsa untuk taat pada hukum yang berlaku. Bukankah “pembangkangan” itu sekaligus sebagai pembelajaran yang diberikan oleh petinggi lembaga dunia pendidikan kepada anak-anak bangsa yang sedang mencari jati diri untuk tidak taat pada hukum. Mau menjadi apa bangsa ini ke depan kalau anak-anak bangsa, yang nota bene calon penerus bangsa, telah “dididik” dan diberi contoh untuk tidak taat pada hukum.
Mari kita buka pikiran dengan jernih untuk memikirkan pendapat dan masukan dari masyarakat, yang menyoroti UN ini dengan berbagai sudut pandangnya, seperti dari sudut pandang ilmu psikologi, ilmu pendidikan, proses pembelajaran, ilmu evaluasi, ilmu hukum, dll. Tidak sedikit kajian yang dilakukan berbagaikalangan, baik yang bersifat teoritik maupun empirik, yang menunjukkan UN sesungguhnya telah membawa kualitas pendidikan kita terpuruk. Kualitas pendidikan yang sesungguhnya, yaitu menghasilkan manusia yang utuh sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang.

Popularity: 25% [?]

PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS LOKAL BERWAWASAN GLOBAL
Oct 19th, 2009 by admin

Drs. Khaerudin, M.Pd.

A. Pendahuluan
Akhir-akhir ini bangsa kita dikejutkan oleh klaim yang dilakukan oleh Malaysia berkenaan dengan sejumlah produk dan budaya yang sesungguhnya milik kita. Kita merasa tersinggung dengan ulah Malaysia tersebut. Sejumlah produk yang telah dicoba diklaim oleh Malaysia diantaranya kesenian Reog Ponorogo, Angklung,

Guru SD di Kotabumi Lampung

Guru SD di Kotabumi Lampung

Kuda Lumping, Lagu Rasa Sayange, dan yang paling menghebohkan Tari Pendet. Di samping itu ada sejumlah produk lain yaitu Batik, Wayang Kulit, Rendang Padang, dan Keris
Mengapa peristiwa ini terjadi? Semua barangkali sepakat karena Malaysia “dalam konteks” ini tidak punya etika, tidak punya malu, dan tidak berbudaya. Tapi problemnya adalah kalau kita menyikapi suatu permasalahan hanya melihat kelemahan dan kesalahan orang lain, apakah permasalahan tersebut akan teratasi secara tuntas? Dalam hal ini saya berpendapat “tidak” atau paling tidak “sulit”, karena kita akan mengalami kesulitan untuk mengubah sikap dan perilaku orang lain. Sikap yang paling bijak dan paling mudah menurut saya adalah kita melakukan introspeksi; kita mencoba mencari kelemahan-kelemahan yang terjadi pada diri kita, karena permasalahan yang muncul bisa jadi karena kesalahan dan kelemahan kita. Kalau kita mampu menemukan kelemahan dan menyadari kelemahan tersebut, maka sangat mungkin kita melakukan perubahan. Pola pikir seperti inilah barangkali yang dapat kita gunakan untuk menyikapi permasalahan di atas. Bisa jadi klaim yang dilakukan Malaysia atas sejumlah produk budaya kita disebabkan oleh kelemahan diri kita sendiri yang dimanfaatkan oleh mereka. Read the rest of this entry »

Popularity: 73% [?]

Membangun UNJ Sebagai Organisasi Belajar yang Unggul
Sep 5th, 2009 by admin

Oleh: Khaerudin

A. Pendahuluan
Sebagai sebuah organisasi, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tidak bisa steril dari pengaruh lingkungan yang dinamis dan cepat berubah. UNJ harus peka terhadap perubahan, baik yang terjadi saat ini dan terutama perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Layaknya sebagai sebuah organisme yang hidup di alam bebas dan lingkungan yang terus berubah, UNJ juga akan dihadapkan pada hukum alam. Ia akan dan telah lahir sebagai “bayi”, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi “anak-anak”, “remaja”, “dewasa”, dan pada saatnya nanti akan menghadapi “kematian”. Berkenaan dengan peristiwa “kematian” ini sangat bergantung kepada UNJ sendiri dalam kemampuannya melakukan adaptasi dan antisipasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada lingkungannya. Bisa jadi peristiwa “kematian” itu akan terjadi dalam waktu satu tahun, sepuluh tahun, lima puluh tahun, atau seratus tahun ke depan. Atau bisa jadi sebelum “kematian” yang sesungguhnya terjadi sudah terlebih dahulu “mati suri”, karena keberadaan dan kehidupannya tidak bisa lagi berbuat dan menghasilkan apa-apa. Read the rest of this entry »

Popularity: 57% [?]

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL UN
Jun 18th, 2009 by admin

Oleh: Khaerudin

Pendahuluan
Hasil UN tahun 2009 telah diumumkan 15 Juni 2009. BSNP menyatakan bahwa “Angka kelulusan SMA dan MA tahun ini naik 2,3% yaitu sebesar 93,62% dari angka tahun lalu yang sebesar 91,32%”. Ini berarti masih ada 8,68% siswa SMA dan MA tidak lulus. Siapa yang salah? Pasti tidak akan ada yang pihak yang dengan rendah hati mengakui itu adalah kesalahannya. Hal yang sangat mungkin terjadi, pihak yang paling disalahkan adalah siswanya sendiri dan guru atau sekolah. Siswa akan dinilai orang “bodoh” yang tidak memiliki kemampuan menjawab soal-soal dengan baik. Guru dan sekolah akan dianggap gagal “mendidik” lebih tepatnya mengajar para siswanya, dan jika jumlahnya banyak sekolah akan dianggap sekolah yang tidak “bonafid”.
Fair? Read the rest of this entry »

Popularity: 68% [?]

UN Meningkatkan Mutu Pendidikan Kita?
May 1st, 2009 by admin

Oleh: Khaerudin

Anjing menggonggong kapilah tetap berlalu. Ini peribahasa yang paling pas untuk menganalogikan banyaknya kritik atas keberadaan dan penyelenggaraan UN di negeri kita tercinta. Para pengamat dan praktisi pendidikan yang tidak setuju dengan penyelengaraan UN biarkan saja dengan berbagai argumentasinya, dan UN tetap terus berjalan dengan berbagai rasionalisasinya. Dan memang filosofi ini dirasakan ampuh untuk menyelenggarakan UN tanpa pantang mundur, sehingga UN masih dapat terus berjalan sejak puluhan tahun lalu hingga saat ini (cukup dengan mengganti nama). Kali pertama “ujian akhir nasional” diselenggarakan pada tahun 1965 dengan nama Ujian Negara. Penggunaan istilah Ujian Negara berlangsung sampai tahun 1971. Mulai tahun 1972 – 1979, model ujian yang terpusat sempat ditiadakan, dan diganti dengan Ujian Sekolah. Namun mulai tahun 1980 – 2000, “ujian nasional” kembali digelar dengan nama “EBTANAS”, dan pada tahun 2001 sampai sekarang kembali lagi ganti “baju” dengan nama UAN/UN. Read the rest of this entry »

Popularity: 55% [?]

UN Gengsi Semua Pihak
Apr 28th, 2009 by admin

Oleh: Khaerudin

Mengingat UN adalah “hajat nasional”, yang sekaligus dipersepsikan sebagai rujukan dan kriteria keunggulan pendidikan kita, maka sangatlah wajar, keberhasilan dalam UN menjadi kebanggan dan prestige semua pihak. Siswa akan merasa bangga kalau ia dapat lulus dan mendapatkan nilai yang tinggi; Para orang tua juga merasa bangga kalau anak mereka dapat mengikuti dan lulus dengan baik setelah mengikuti UN; Para guru dan Kepala Sekolah merasa bangga dan puas kalau para siswanya, lebih-lebih kalau seluruh siswanya (100%), lulus dengan nilai di atas rata-rata, atau kalau sekolahnya menjadi 10 besar di kotanya; Para birokrat pendidikan di lingkungan kota (Kasie, sudin, bahkan walikota/bupati, dan tentunya Dinas Pendidikan dan para Gubernur) juga merasa bangga kalau anak-anak sekolah di lingkungan atau di wilayahnya dapat lulus dengan baik. Read the rest of this entry »

Popularity: 34% [?]

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa