Pencarian

Custom Search

ALQURAN adalah GOOGLEMAPS Perjalanan Hidup Kita

Saya, dan tentunya banyak diantara kita, sering melakukan perjalanan menuju satu tempat yang baru sama sekali. Tidak ada bayangan, dimana dan seperti apa tempat itu. Padahal tempat itu adalah tempat yang sangat penting; kita harus sampai di sana sesuai jadwal; ada acara yang harus dihadiri.

Apa yang kita lakukan untuk sampai ke sana dengan selamat dan tepat waktu. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Diantaranya, kita tetap berangkat menuju tempat yang dimaksud, sambil di jalan kita bertanya kepada orang yang diduga tahu tempat yang kita tuju, dan yang paling sering kita lakukan akhir-akhir ini adalah kita “bertanya” kepada Googlemaps. Ya… googlemaps, ternyata banyak membantu kita menunjukkan arah ke tempat yang kita tuju, bahkan memberikan “warning” tentang tempat-tempat tertentu yang diduga dapat menghambat perjalanan menuju tempat tujuan.

Dapat dibayangkan, kalau saja dalam perjalanan tersebut, kita tidak mengikuti petunjuk googlemaps, perjalanan akan sangat sulit dijalani. Kita harus sering bertanya, bahkan bisa jadi kita nyasar menelusuri jalan yang salah, dan tidak sampai ke tempat tujuan. Kalaupun sampai, bisa jadi tidak tepat waktu, dan sudah sangat lelah, karena telah melakukan perjalanan panjang yang seharusnya tidak terjadi.

Permasalahannya adalah apakah keberadaan googlemaps menjamin perjalanan kita selamat sampai tujuan.
Bisa YA, bisa juga TIDAK…
Karena untuk bisa memanfaatkan petunjuk Googlemaps dengan efektif, harus memenuhi paling tidak dua persyaratan berikut: Pertama, tentunya kita harus bisa mengakses googlemaps dengan baik; kita punya jaringan dan sinyal yang memungkinkan googlemaps bisa menampilkan peta perjalanan dengan baik, dan Kedua, kita harus mampu membaca peta yang ditampilkan googlemaps dengan tepat; kita harus mengerti tanda-tanda yang muncul dalam peta. Kalau kedua persyaratan ini tidak terpenuhi, jangan berharap kita bisa memanfaatkan googlemaps dengan baik dan sampai ke tempat tujuan dengan “selamat” dan tepat waktu.

Uraian di atas sesungguhnya merupakan sebuah analogi, namun tentunya tidak persis 100%, tentang perjalanan hidup kita di dunia yang sementara ini, menuju masa depan yang tidak ada yang tahu seperti apa wujudnya. Bahkan lebih jauh lagi menuju alam akhirat yang tidak pernah bisa kita bayangkan kondisinya seperti apa. Kalau kita hanya mengandalkan kemampuan imajinasi kita untuk memperkirakan apa yang akan terjadi hari esok, dan membayangkan kondisi akhir dari perjalanan hidup kita, pasti tidak akan mendapatkannya dengan tepat.

Lebih-lebih dalam kehidupan kita yang semakin kompleks, permasalahan yang dihadapi dari hari ke hari semakin rumit, tuntutan hidup yang semakin berat, membuat kita semakin sulit menebak apa yang akan terjadi pada diri kita pada esok hari; kita semakin harus semakin hati-hati dalam menentukan sikap dan bertindak agar tidak salah arah. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang telah merubah hampir seluruh segi kehidupan manusia membuat kita sering dihadapkan pada satu kondisi yang tidak menentu. Perubahan yang terjadi pada lingkungan di sekitar kita membuat kita menjadi hampir tidak berdaya. Dalam kondisi seperti ini, hampir tidak pernah ada orang yang bisa diandalkan untuk memberi gambaran yang pasti apa yang akan terjadi esok hari (masa depan kita). Oleh karena itu, dalam kondisi seperti ini kita hanya bisa berpegang pada Al-Quran sebagai “googlemaps” perjalanan hidup kita menuju tujuan akhir hidup kita, yaitu keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Sebagaimana juga Googlemaps, untuk bisa memberi petunjuk arah perjalan menuju tujuan akhir kita dengan tepat, memerlukan sejumlah persyaratan, Al-Quran juga pasti demikian. Untuk bisa memanfaatkan Al-Quran sebagai petunjuk hidup kita, yang mengarahkan perjalanan langkah kaki kita ke arah yang benar, memerlukan persyaratan tertentu. Persyaratan pertama dan utama adalah adanya keyakinan dalam hati dan jiwa kita bahwa Al-Quran adalah firman Allah sang Penguasa Alam Semesta, yang mengatur seluruh kehidupan makhluknya; Adanya suatu keyakinan bahwa Al-Quran berisi petunjuk dan pedoman hidup manusia yang sangat lengkap dan tepat, yang memberi gambaran secara akurat apa yang telah, sedang, dan akan terjadi. Kedua, tentunya kita harus mampu membaca dan mengkajinya dengan serius untuk bisa menangkap makna yang terkandung di dalamnya dengan baik dan benar.

Inilah permasalahan sebagian besar dari kita. Memenuhi persyaratan tersebut tidaklah mudah. Meyakini secara utuh bahwa apa yang tertuang dalam Al-Quran merupakan petunjuk yang benar, merupakan hal yang sulit; Kita masih memilih dan memilah, ayat-ayat yang sesuai dengan keinginan dan hawa nafsu kita; Ayat yang tidak sesuai dengan keinginan dan hawa nafsunya akan ditafsirkan dengan logikanya sendiri, atau bahkan diabaikannya. Dalam kondisi yang terakhir ini, pada hakikanya kita sudah tidak mengimani Al-Quran sebagai firman dan petunjuk-Nya yang benar.

Demikian juga dengan kemampuan sebagian besar dari kita untuk dapat membaca dan memaknai isi kandungan Al-Quran dengan baik dan benar masih lemah bahkan tidak mampu sama sekali. Dalam kondisi seperti ini tentu kita memerlukan orang atau ahli yang mumpuni dalam bidang ini. Mumpuni bukan hanya sebatas mampu menafsirkan Al-Quran dengan baik dan benar, tetapi juga disertai dengan integritas dan keimanan yang kuat dan istiqomah, sehingga tidak tergoda untuk mencampuradukan proses penafsiran Al-Quran dengan kepentingan-kepantingan duniawi semata.

Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada kita untuk istiqomah mempelajari dan mempedomani Al-Quran dalam setiap langkah kita, sehingga kita bisa sampai ke tujuan akhir dengan aman, nyaman, dan selamat. Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin…

Popularity: 5% [?]

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>