Pencarian

Custom Search

Syarat Ibadah Diterima Allah SWT

Sekedar melanjutkan apa yang disampaikan oleh khatib dalam Khutbah Jumat, pada tanggal 9 Januari 2015. Ada informasi (pengetahuan) yang disampaikan oleh khatib yang patut kita renungkan dan kita laksanakan, yaitu pengetahuan tentang bagaimana agar ibadah kita diterima Allah SWT. Bagi sebagian kita bisa jadi pengetahuan ini bukanlah hal yang baru. Kalau itu keadaannya paling tidak informasi ini bisa dijadikan sebagai penyegar ingatan kita (refreshing). Namun bagi sebagian lain yang belum mengetahuinya, tentu menjadi penting agar ibadah yang kita lakukan tidak sia-sia.
Dalam khutbahnya, khatib mengatakan bahwa ada dua persyaratan agar ibadah kita diterima Allah SWT, yaitu ibadah yang kita lakukan harus (1) ikhlas, dan (2) sesuai dengan aturan atau tata cara melaksanakan ibadah yang sedang kita lakukan. Ikhlas dalam pengertian bahwa apa yang kita lakukan adalah semata-mata karena Allah SWT; tidak ada niat dan tujuan lain dalam beribadah selain dari Lillahita’ala. Keikhlasan sendiri sesungguhnya merupakan implementasi dari syahadat yang pertama, yaitu Asyhadu allaa ilaaha illallah. Dengan syahadat ini kita menyatakan bahwa tidak ada illah selain Allah; tidak ada sesuatu apapun yang patut disembah dan mendapatkan persembahan dari kita selain dari Allah SWT.
Oleh karena itu, sangatlah wajar kalau keikhlasan dalam melaksanakan ibadah menjadi persyaratan utama. Sebanyak apapun ibadah yang kita lakukan, kalau tidak ikhlas, tidak akan diterima oleh Allah SWT, karena itu berarti ibadah yang kita lakukan memang tidak dipersembahkan untuk-Nya. Ini juga bisa diartikan ada pihak lain yang menjadi “tempat” persembahan, selain Allah. Naudzubillahiminzalik.
Kedua ibadah yang kita lakukan harus sesuai dengan aturan dan tata cara sebagaimana yang pernah ditunjukkan oleh Nabiyullah Muhammad SAW. Beliau adalah sosok manusia sempurna yang menjadi suri tauladan dalam pola pikir dan pola perilaku dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam melaksanakan ibadah. Beliau adalah perwujudan dari esensi ajaran islam. Beliau telah menunjukkan dengan sempurna bagaimana islam dilaksanakan baik dalam kehidupan yang menyangkut tata kehidupan sehari-hari maupun dalam beribadah. Bila kita mampu meneladani beliau dalam berbagai aspek kehidupan, itu berarti kita telah mewujudkan syahadat kita yang kedua, yaitu kita menyatakan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah (Rasullullah)
Wallahu’alam bishowab, mudah-mudahan Allah SWT memberi petunjuk dan menerima ibadah kita. Amin YRA.

Popularity: 22% [?]

1 comment to Syarat Ibadah Diterima Allah SWT

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>