Pencarian

Custom Search

PULANG KAMPUNG

Oleh: Khaerudin

Menjelang akhir Ramadhan dan menghadapi Hari Raya Idul Fitri banyak orang mulai mempersiapkan diri untuk pulang kampung. Bahkan bagi sementara orang persiapan dilakukan jauh-jauh hari, sebelas bulan sebelumnya. Karena pulang kampung merupakan peristiwa yang sangat ditunggu-tunggu; Dengan pulang kampung kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan sanak sudara; bertemu teman lama sewaktu kecil; tentu kenangan indah dan pahit semasa kecil akan teringat kembali;sungguh saat- saat yang indah.

Persiapan apa yang dilakukan seseorang menjelang pulang kampung? Banyak… yang pasti perbekalan yang diperlukan selama perjalanan menuju dan tentunya selama di kampung halaman, seperti makanan dan minuman, dan tentunya UANG, ya uang, karena dengan membawa uang kita bisa membeli apa saja yang kita perlukan. Oleh karena itu persiapan yang dilakukan benar-benar matang. Kalau saja persiapan itu dianggap belum lengkap dan belum memadai, kita akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhinya. Tidak jarang, bagi sementara orang kalau persiapan ini tidak juga berhasil, dengan memendam rasa kecewa akan menundanya ke tahun depan atau di lain waktu.

Kenapa mesti ditunda? karena kalau dipaksanakan berangkat dengan perbekalan yang terbatas dikhawatirkan akan mengalami kesulitan dan mendapat masalah baik selama perjalanan maupun pada saat ada di kampung halaman. Tapi… bukankah kalau kita mengalami kesulitan atau masalah dalam perjalanan bahkan di kampung halaman ada banyak orang yang bisa dimintai bantuan?

Ya … begitu semangatnya kita mempersiapkan diri menghadapi peristiwa pulang kampung. Segalan daya upaya kita lakukan agar perjalanan pulang kampung kita berjalan dengan aman, nyaman, dan menyenangkan.

Lalu … Bagaimana dengan persiapan kita menghadapi pulang kampung yang sesungguhnya yaitu Pulang ke ALAM BAQA. Padahal untuk menuju ke sana kita akan mengalami perjalanan yang saaaaaangat panjang. Perjalanan yang diawali dengan peristiwa keMATIan. Sesungguhnya peristiwa ini berlangsung relatif singkat, yaitu dimulai pada saat roh keluar dari jasad kita sampai pada saat berada dalam kubur. Di dalam kubur kita akan “hidup” kembali untuk menjalani pemeriksaan pertama atas segala amal perbuatan kita selama hidup kita di dunia. Malaikat Munkar dan Nakir akan segera mengintrogasi diri kita. Sederatan pertanyaan akan diajukannya. Kalau kita berhasil menjawabnya dengan baik, maka awal perjalanan panjang yang “menyenangkan” akan kita alami. Namun sebaliknya kalau dalam “ujian” ini kita gagal, maka ini akan menjadi awal perjalanan panjang yang membuat kita “menderita” sepanjang perjalanan. Ingat!!! dalam menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan Malaikat Munkar dan Nakir, secerdas dan segenius apapun otak kita, seterampil apapun retorika dan negosiasi kita, itu semua tidak akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan Munkar Nakir. Karena pada saat itu mulut kita terkunci dan hanya amal ibadah kita yang baik yang akan membantu kita menyelesaikan “ujian” itu dengan baik.

Selesai mengikuti “ujian” dari Munkar dan Nakir, kita akan “menikmati” hasil ujian kita. Kalau kita lulus, maka kita akan menikmati kehidupan di alam kubur dengan penuh kenyamanan. Penantian yang panjang menunggu waktu KIAMAT akan dialaminya dengan penuh kenikmatan, sebaliknya kalau kita gagal dalam ujian kita akan merasakan kehidupan alam kubur yang penuh dengan penderitaan. Bayangkan!!! kalau kita gagal ujian… Na’uzubillah kita akan banyak mendapat siksaan yang luar biasa sampai hari kiamat tiba. Konon semua binatang yang kita takutkan selama di dunia ini akan datang dan menyiksa kita. Berapa lama? Tidak ada yang tahu, karena tidak seorangpun tahu kapan kiamat akan tiba. Bisa seratus tahun, seribu tahun, sejuta tahun, entahlah hanya Allah yang tahu dan menjadi rahasia-Nya.

Kehidupan di alam kubur akan berakhir pada saat malaikat Isrofil meniup sangkakala yang menghancurkan seluruh bumi dan langit serta seisinya, yang disebut dengan hari KIAMAT. Pada hari itu tidak ada satupun mahluk Allah yang hidup hanya Allah-lah yang kekal dan yang menguasai di hari pembalasan. Seluruh mahluk akan hidup kembali pada saat Isrofil meniup sangkakala kedua, dan mulailah perjalanan panjang kedua, dimana manusia akan berjalan menuji Padang Mahsyar. Satu perjalanan yang sangat panjang, dalam satu riwayat bisa memakan waktu bertahun-tahun. Sekali lagi, untuk melakukan perjalanan panjang ini diperlukan bekal yang cukup agar dapat sampai ke Padang Mahsyar dengan aman dan nyaman. Kondisi setiap manusia dalam mengikuti perjalanan ini pasti sangat berbeda, bergantung pada perbekalan (amal ibadah) yang disiapkannya selama masa hidupnya.
Ingat Padang Mahsyar adalah suatu tempat dimana manusia akan dikumpulkan. Manusia sejak jaman Adam dan Hawa sampai dengan haki kiamat datang. Padang Mahsyar adalah satu tempat dimana langit dan matahari mendekat sehingga menimbulkan panas yang luar biasa, terutama bagi mereka yang tidak memiliki perbekalan yang memadai. Kondisi seperti ini membuat kita semua berkeringat, dan ada diantara kita yang harus berenang dengan keringatnya sendiri.

Peristiwa selanjutnya adalah masa dimana amal kita akan ditimbang, apa yang disebut dengan yaumul hisab. Mana yang lebih berat, amal baik atau amal buruk. Konon inilah saat-saat yang menentukan ujung perjalanan kita akan berakhir di mana: SURGA atau neraka. Semuanya sangat bergantung pada seberapa banyak amal ibadah kita untuk mendapatkan Rahmat Allah SWT, karena berkat Rahmat Allah lah kalau saja kita semua sampai ke Surga.

Subhaanallah, seluruh perjalanan panjang tersebut akan sangat melelahkan, kalau saja kita tidak memiliki bekal yang cukup. Di dunia inilah saatnya, mumpung kita masih diberi kesempatan untuk mengumpulkan perbekalan tersebut sebanyak-banyaknya. Ada tiga hal yang dapat kita persiapkan untuk bekal dalam perjalanan tersebut: shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya.

Marilah kita berlomba untuk mengumpulkan perbekalan kita, agar acara PULANG KAMPUNG kita dapat kita lalui dengan aman, nyaman, nikmat, dan sampai tujuan: “SURGA” yang telah ALLAH janjikan kepada makhluknya yang bertaqwa.

Mudah-mudahan kita dapat melakukannya. Bagaimana? Yo… kita mulai di hari yang suci ini.

Popularity: 24% [?]

1 comment to PULANG KAMPUNG

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>