»
S
I
D
E
B
A
R
«
MENGHITUNG KUANTITAS IBADAH KITA
September 13th, 2009 by admin

Oleh: Khaerudin

Sudah berapa banyakkah kita beribadah selama hidup kita?
Seberapa berkualitaskan ibadah yang telah kita lakukan?
Adakah keseimbangan antara aktivitas beribadah dengan aktivitas lain dalam kehidupan kita?

Sudah berapa lama kita hidup?
45 tahun, 50 tahun, 55 tahun, 60 tahun, …tahun
Dari sekian tahun hidup yang kita jalani, 15 tahun pertama adalah saat persiapan menjadi manusia dewasa yang memiliki kewajiban hidup beragama.
Dalam satu riwayat, ibadah apapun yang kita lakukan “pahala” nya dilimpahkan kepada kedua orang tua kita.
Itu berarti, waktu “potensial” untuk ibadah kita sudah dikurangi 15 tahun.
Ya… sisa 30 tahun, …tahun, …tahun, dst
Dari sisa waktu 30 tahun, (…tahun, dst) sudah kita gunakan untuk beristirahat (tidur, dlsb) selama 30% atau 10 tahun, (…tahun, dst). (Sehari semalam — 24 jam — umumnya digunakan untuk istirahat 8 jam — 30%)
Sisa waktu 20 tahun, (…tahun, dst).
Berapa lama yang kita gunakan untuk beribadah?
Bagi kita yang melaksanakan ibadah ritualnya minimalis (hanya wajib) sehari semalam ternyata menghabiskan waktu hanya 50 menit (3,47%)
Itu artinya, selama ini kita baru menghabiskan waktu sebanyak 0,694 tahun atau 8,33 bulan saja untuk beribadah.
Ya dari kehidupan kita selama 45 tahun, kita beribadah hanya 8,33 bulan. Puas? Malu? …?
Sisa waktu — 19,306 tahun — kita gunakan untuk apa?
Mungkin jawabannya adalah untuk belajar dan bekerja?
Belum lagi diperhitungkan kualitasnya? Aspek kualitas yang utama dan pertama perlu kita renungkan adalah apakah aktivitas ibadah kita yang hanya 8,33 bulan itu IKHLAS????????
Subhanallah……

Popularity: 41% [?]


One Response  
Syahril Rumagorong writes:
October 21st, 2009 at 9:44 am

Sebuah hadits rasul mengingatkan kita; bahwa untuk menggapai kesuksesan dunia dan akhirat scara sempurna, maka harus dibutuhkan ilmu pengetahuan. Namun hadits lain pula menganjurkan agar ilmu yang didapat haruslah diamalkan, bukan untuk disimpan dan atau dipamerkan.
Nah, kaitan dengan pesan agar bermuhasabah umur seperti tulisan di atas, maka sepatutnya setiap diri harus berbenah mulai sekarang untuk melalukan introspeksi diri untuk segera berhijrah dari alam yang tidak bermanfaat kepada alam penuh manfaat, dari alam kesesatan kepada alam hidayah, dari alam kekafiran kepada alam keimanan, dengan bekal ilmu dan amal. yuk! jangan sampai terlambat…!!

Leave a Reply

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa