»
S
I
D
E
B
A
R
«
KASIH SAYANG ALLAH YANG TERSEMBUNYI
September 13th, 2009 by admin

Oleh: Khaerudin

Diantara kita tentu pernah merasa kecewa dan bahkan putus asa tatkala berbagai upaya telah dilakukan dan doa kita panjatkan, namun semuanya tidak membuahkan hasil. Dalam kondisi seperti ini tidak jarang juga kemudian diantara kita mempertanyakan kasih sayang Allah kepada kita. Padahal Allah telah berjanji “berdo’alah kamu, niscaya akan Kukabulkan”. Namun kenyataannya sudah setiap saat kita panjatkan doa, hasilnya? Nihil. Doa hanyalah tinggal doa, masalah yang kita hadapi tetap saja menggelayuti kita. Apakah benar Allah tidak sayang lagi kepada kita? Lebih keras lagi, apakah Allah telah mengingkari janji-Nya?

Sebaiknya tidak terburu-buru menjawab dengan kata “YA”. Sebelum menjawab patut direnungkan terlebih dahulu kejadian kecil yang hari ini terjadi pada anak kami “Niyaz”.

Siang tadi, Senin, 17 Agustus 2009, sekitar pukul 15, anak kami minta dibelikan es dari tukang jualan es keliling kepada isteri saya. Selama ini, setiap ada yang jualan keliling dan dia minta dibelikan tidak pernah ditolak, selama ia berjanji kalau ia akan memakannya. Namun kali ini, isteri saya (dan tentu saya) langsung menolaknya, tidak memenuhi permintaanya, tidak memberikan syarat apapun. Apa yang terjadi, anak kami menangis, ngambek, dan mencap isteri saya galak, dan tidak sayang padanya.

Apa benar isteri saya sudah tidak sayang lagi kepada anak kami?

Sebagai orang tua, siapapun kita, dan dalam kondisi apapun kita, seharusnya tidak perlu diragukan lagi kasih sayang kita kepada anak-anak kita. Kasih sayang orang tua tak terhingga sepanjang masa, dan bagaikan sang surya menyinari dunia. Artinya kalau anak kita meminta sesuatu kepada kita, kita akan merasa senang dan oleh karenanya akan selalu berusaha sekuat tenaga untuk memenuhinya sebagai perwujudan rasa kasih sayang kita kepada mereka. Anak-anak kita pun demikian, mereka akan merasa mendapatkan kasih sayang dari kita apabila permintaannya dipenuhi oleh kita.

Pertanyaannya adalah apakah kita harus memenuhi semua permintaan anak kita sebagai wujud rasa kasih sayang kita kepada mereka? Di sinilah permasalahannya. Kita sering memiliki pandangan dan penilaian yang berbeda dengan anak-anak kita. Sebagai orang tua, berdasarkan pengalaman hidup kita, tentu tahu mana yang terbaik bagi anak-anak kita. Sehingga sesuatu yang diminta oleh anak kita, akan kita cermati dan nilai apakah yang dimintanya itu akan bermanfaat bagi anak kita atau tidak. Kalau yang dimintanya adalah sesuatu yang bermanfaat dan baik bagi anak kita, tentu sebagai orang tua yang sayang kepada anak kita, akan memenuhinya dengan sekuat tenaga. Namun pada saat sesuatu yang diminta oleh anak kita itu adalah sesuatu yang kita nilai berbahaya dan tidak baik bagi dirinya, tentu perwujudan rasa kasih sayang kita justru dengan cara tidak memenuhi permintaannya. Dalam kasus anak kami di atas, isteri saya tahu bahwa es adalah minuman yang tidak baik bagi kesehatan anak kami, apalagi si Niyaz dalam kondisi sakit batuk. Kalau saja permintaanya dipenuhi justru akan memperparah kondisi kesehatannya.

Sebaliknya bisa jadi dilihat dari pandangan anak kami, sesuatu itu (membeli dan minum es) adalah baik dan bermanfaat bagi dirinya. Ia merasa akan mendapatkan kepuasan dan kesenangan kalau saja ia dibelikan es tersebut. Oleh karena itu, ia sangat berharap kalau permintaanya dipenuhi. Namun dalam kenyataanya, kali ini kami tidak memenuhi permintaanya. Dalam kondisi seperti inilah, maka si anak akan merasa bahwa kami sebagai orang tua tidak lagi sayang kepadanya, karena apa yang dimintanya tidak dikabulkan. Ini terjadi karena biasanya anak tidak mampu memahami apa dipikirkan dan disampaikan oleh kita.

Berdasarkan uraian di atas, hikmah yang dapat diambil adalah bahwa kita harus menyadari, pada saat Allah tidak mengabulkan doa kita, bukan berarti Allah tidak mau mencurahkan kasih sayang-Nya kepada kita, karena bisa jadi apa yang kita minta itu adalah sesuatu yang menurut Allah adalah tidak baik bagi kita, sekalipun menurut perasaan kita apa yang kita minta itu akan membuat kita menjadi bahagia. Dengan kata lain, curahan kasih sayang Allah tidak selalu dalam bentuk dikabulkannya setiap doa kita, tetapi pada saat Allah tidak mengabulkannya, itu juga sebagai perwujudan kasih sayang-Nya.

Semoga kesadaran ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan kita. Amin.

Bagaimana Anda pernah merasakannya?

Popularity: 48% [?]


5 Responses  
EHBR Gioveny writes:
September 13th, 2009 at 11:12 am

tuliskan rencana kita dg sebuah pensil
tp berikan penghapusnya pd Allah ;)

Chaery writes:
September 21st, 2009 at 5:52 am

pernah dan sering,benar pak bahkan diri kita sendiri pun tidak tahu mana yang baik/buruk buat kita hanya Allah yg Maha mengetahui. Sekalipun tidak dikabulkan walau kita sudah berusaha di jalanNYA,DY pasti akan menggantikan dengan yg BAIK untuk kita.

martha schram writes:
December 1st, 2009 at 2:00 pm

setuju dan sekarang aku ngalamin

zahroh writes:
January 27th, 2010 at 11:05 am

sabar dan tawakkal solusi uama.ketahuilah akan segala planning qt hx Allah yg th keputusanx.dg tanpa qt sadari keputusanX adl yg sesuai dg pa yg qt butuhkn kelak.

Mutia writes:
February 11th, 2010 at 1:25 pm

amin, setuju Allah itu sayang semua umatnya..
dan Allah itu mengikuti perasangka umatnya..
dan kita mesti percaya Allah will give us the best!!!!!

Leave a Reply

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa