<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: BIJAKKAH KITA MELIHAT KEBENARAN ILMU?</title>
	<atom:link href="http://www.ilmupendidikan.net/2008/04/22/bijakkah-kita-melihat-kebenaran-ilmu.php/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ilmupendidikan.net/2008/04/22/bijakkah-kita-melihat-kebenaran-ilmu.php</link>
	<description>Blog bagi yang peduli dengan dunia pendidikan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Oct 2011 13:56:51 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: online</title>
		<link>http://www.ilmupendidikan.net/2008/04/22/bijakkah-kita-melihat-kebenaran-ilmu.php/comment-page-1#comment-1193</link>
		<dc:creator>online</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 15:27:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ilmupendidikan.net/?p=6#comment-1193</guid>
		<description>Terima kasih atas informasi menarik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas informasi menarik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Son</title>
		<link>http://www.ilmupendidikan.net/2008/04/22/bijakkah-kita-melihat-kebenaran-ilmu.php/comment-page-1#comment-984</link>
		<dc:creator>Son</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 22:28:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ilmupendidikan.net/?p=6#comment-984</guid>
		<description>yaya i like this world!.
I am from Maldives and , too, and now am writing in English, give please true I wrote the following sentence: &quot;Armour beauty cosmetics, both ingredients of effectiveness are replacing to physician women in to perfecting their lines to buy with colors features.&quot;

Thank you very much :P. Son.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yaya i like this world!.<br />
I am from Maldives and , too, and now am writing in English, give please true I wrote the following sentence: &#8220;Armour beauty cosmetics, both ingredients of effectiveness are replacing to physician women in to perfecting their lines to buy with colors features.&#8221;</p>
<p>Thank you very much <img src='http://www.ilmupendidikan.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Son.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Seibert</title>
		<link>http://www.ilmupendidikan.net/2008/04/22/bijakkah-kita-melihat-kebenaran-ilmu.php/comment-page-1#comment-964</link>
		<dc:creator>Seibert</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 00:34:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ilmupendidikan.net/?p=6#comment-964</guid>
		<description>Hey. The real hero is always a hero by mistake; he dreams of being an honest coward like everybody else.
I am from Taiwan and also am speaking English, please tell me right I wrote the following sentence: &quot;free share trading software.&quot;

Best regards :D, Seibert.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hey. The real hero is always a hero by mistake; he dreams of being an honest coward like everybody else.<br />
I am from Taiwan and also am speaking English, please tell me right I wrote the following sentence: &#8220;free share trading software.&#8221;</p>
<p>Best regards <img src='http://www.ilmupendidikan.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , Seibert.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: özel hastane</title>
		<link>http://www.ilmupendidikan.net/2008/04/22/bijakkah-kita-melihat-kebenaran-ilmu.php/comment-page-1#comment-958</link>
		<dc:creator>özel hastane</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 10:30:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ilmupendidikan.net/?p=6#comment-958</guid>
		<description>Thank you very successful and useful 
site I have received the necessary information
&lt;a href=&quot;http://dorahospital.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;özel hastane&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thank you very successful and useful<br />
site I have received the necessary information<br />
<a href="http://dorahospital.com" rel="nofollow">özel hastane</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: duvar kağıtları</title>
		<link>http://www.ilmupendidikan.net/2008/04/22/bijakkah-kita-melihat-kebenaran-ilmu.php/comment-page-1#comment-735</link>
		<dc:creator>duvar kağıtları</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 01:44:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ilmupendidikan.net/?p=6#comment-735</guid>
		<description>  BIJAKKAH KITA MELIHAT KEBENARAN ILMU? — Ilmu Pendidikan.net great article thank you.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>  BIJAKKAH KITA MELIHAT KEBENARAN ILMU? — Ilmu Pendidikan.net great article thank you.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wayne</title>
		<link>http://www.ilmupendidikan.net/2008/04/22/bijakkah-kita-melihat-kebenaran-ilmu.php/comment-page-1#comment-683</link>
		<dc:creator>Wayne</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 22:35:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ilmupendidikan.net/?p=6#comment-683</guid>
		<description>Hi guys. You cannot run away from a weakness; you must sometimes fight it out or perish. And if that be so, why not now, and where you stand?
I am from Morocco and now teach English, give true I wrote the following sentence: &quot;Betnine alphabetic list page where to buy your imitrex prescription online best imitrex prescription pills pharmacies on line.&quot;

Waiting for a reply :p, Wayne.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi guys. You cannot run away from a weakness; you must sometimes fight it out or perish. And if that be so, why not now, and where you stand?<br />
I am from Morocco and now teach English, give true I wrote the following sentence: &#8220;Betnine alphabetic list page where to buy your imitrex prescription online best imitrex prescription pills pharmacies on line.&#8221;</p>
<p>Waiting for a reply :p, Wayne.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wow power leveling</title>
		<link>http://www.ilmupendidikan.net/2008/04/22/bijakkah-kita-melihat-kebenaran-ilmu.php/comment-page-1#comment-46</link>
		<dc:creator>wow power leveling</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 11:12:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ilmupendidikan.net/?p=6#comment-46</guid>
		<description>A friend is never known till a man has need</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>A friend is never known till a man has need</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sarDen</title>
		<link>http://www.ilmupendidikan.net/2008/04/22/bijakkah-kita-melihat-kebenaran-ilmu.php/comment-page-1#comment-12</link>
		<dc:creator>sarDen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 16:55:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ilmupendidikan.net/?p=6#comment-12</guid>
		<description>KAMI JUGA MENEMUKAN:
1. seperti pembahasan antara kualitatif atau kuantitatif disana kami menemukan hal yang sama!
keduanya saling bertengkar kami melihatnya seharusnya kualitatif sadar &quot;manusia itu pada dasarnya perkembangannya sama&quot; dan kuantitatif sadar &quot;kekompleksan harusnya ada&quot;. yup! keduanya saya yakini hanya masalah efektifisasi (generalisasi) dan indikator terperinci. kami sendiri juga kesulitan masalah yang satu ini! tapi setidaknya kami menguruni.

2. banyak perbedaan simpulan seperti pendekatan psikologi (baca:teori), pada akhirnya semuanya adalah benar merujuk pada kesejahteraan manusia.
seperti jenis treatmen apa yang digunakan? yang dipengaruhi kebaran subjektif apa yang selama ini dipelajari (fokus). semua perbedaan pendekatan psikologi itu tentu tidak terlepas dari kekurangan dan kelebihan jika semua teori diperkarakan. setidaknya masih aja kebijakan dengan melihat subjek permasalahan berdasarkan kebutuhan mereka dan efisiensi dan efektifitas jenis gangguan apa yang dihadapi oleh klien.

jangan-jangan yang ada adalah bukan relatifisme tapi terjebak pada keegoisan diri manusia tanpa melihat kebutuhan manusia yang lain. seperti kita melihat beberapa teman kita belajar terlalu banyak dan terjebak pada teori dan bla...bla...blanya sehingga mengaggap manusia adalah bagaian dari paradigma teori.

setidaknya saya membawa ke arah pragmatism manusia?!.
dan setidaknya jika kita meemikirkan berapa pahala yang kita dapat hari ini bahkan detik ini adalah suatu yang relatif absurd.

diluar itu semua ada permainan &quot;politik&quot; dimana ada kesimpulan yang seharusnya bisa diobjektifkan dengan temuan-temuan yang lain dalam satu arah visi dan misi yang sama dan arif.
bukankah pendekatan dalam studi PSK (pekerja seks komersil) masing-masing bisang ekonomi, sosial, bisaya dan agama memiliki cara pandang yang berbeda????.

dan diluar itu semua &quot;pemimpin&quot; yang mengendalikan banyak hal.




salam dan hormat kami


    ^_^sarden</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KAMI JUGA MENEMUKAN:<br />
1. seperti pembahasan antara kualitatif atau kuantitatif disana kami menemukan hal yang sama!<br />
keduanya saling bertengkar kami melihatnya seharusnya kualitatif sadar &#8220;manusia itu pada dasarnya perkembangannya sama&#8221; dan kuantitatif sadar &#8220;kekompleksan harusnya ada&#8221;. yup! keduanya saya yakini hanya masalah efektifisasi (generalisasi) dan indikator terperinci. kami sendiri juga kesulitan masalah yang satu ini! tapi setidaknya kami menguruni.</p>
<p>2. banyak perbedaan simpulan seperti pendekatan psikologi (baca:teori), pada akhirnya semuanya adalah benar merujuk pada kesejahteraan manusia.<br />
seperti jenis treatmen apa yang digunakan? yang dipengaruhi kebaran subjektif apa yang selama ini dipelajari (fokus). semua perbedaan pendekatan psikologi itu tentu tidak terlepas dari kekurangan dan kelebihan jika semua teori diperkarakan. setidaknya masih aja kebijakan dengan melihat subjek permasalahan berdasarkan kebutuhan mereka dan efisiensi dan efektifitas jenis gangguan apa yang dihadapi oleh klien.</p>
<p>jangan-jangan yang ada adalah bukan relatifisme tapi terjebak pada keegoisan diri manusia tanpa melihat kebutuhan manusia yang lain. seperti kita melihat beberapa teman kita belajar terlalu banyak dan terjebak pada teori dan bla&#8230;bla&#8230;blanya sehingga mengaggap manusia adalah bagaian dari paradigma teori.</p>
<p>setidaknya saya membawa ke arah pragmatism manusia?!.<br />
dan setidaknya jika kita meemikirkan berapa pahala yang kita dapat hari ini bahkan detik ini adalah suatu yang relatif absurd.</p>
<p>diluar itu semua ada permainan &#8220;politik&#8221; dimana ada kesimpulan yang seharusnya bisa diobjektifkan dengan temuan-temuan yang lain dalam satu arah visi dan misi yang sama dan arif.<br />
bukankah pendekatan dalam studi PSK (pekerja seks komersil) masing-masing bisang ekonomi, sosial, bisaya dan agama memiliki cara pandang yang berbeda????.</p>
<p>dan diluar itu semua &#8220;pemimpin&#8221; yang mengendalikan banyak hal.</p>
<p>salam dan hormat kami</p>
<p>    ^_^sarden</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Qinimain Zain</title>
		<link>http://www.ilmupendidikan.net/2008/04/22/bijakkah-kita-melihat-kebenaran-ilmu.php/comment-page-1#comment-9</link>
		<dc:creator>Qinimain Zain</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 10:37:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ilmupendidikan.net/?p=6#comment-9</guid>
		<description>(Dikutip dari: Harian RADAR Banjarmasin, Senin, 16 Juni 2008)

Strategi (R)Evolusi Ilmu Sosial Milenium III
(Kadaluarsa Ilmu: Re-Imagining Sociology)
Oleh: Qinimain Zain

FEELING IS BELIEVING. MULANYA teori baru diserang dikatakan tidak masuk akal. Kemudian teori tersebut itu diakui benar, tetapi dianggap remeh. Akhirnya, ketika teori itu sangat penting, para penentang akan segera mengklaim merekalah yang menemukannya (William James).  

KETIKA Dr Heidi Prozesky – sekretaris South African Sociological Association (SASA) meminta TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority (2000) sebagai materi sesi Higher Education and Science Studies pada Konferensi SASA medio 2008 ini, saya tidak terkejut. Paradigma baru The (R)Evolution of  Social Science – The New Paradigm Scientific System of Science ini, memang sudah tersebar pada ribuan ilmuwan pada banyak universitas besar di benua Amerika, Afrika, Asia, Eropa dan Australia. Pembicaraan dan pengakuan pentingnya penemuan juga hangat dan mengalir dari mana-mana. 

Contoh, dari sekian banyak masalah telah dipecahkan paradigma ini adalah menjawab debat sengit hingga kini keraguan ilmuwan sosial akan cabang sosiologi sebagai ilmu pengetahuan di berbagai belahan dunia. Tanggal 2-5 Desember 2008 nanti, akan digelar The Annual Conference of The Australian Sociological Association (TASA) 2008  di Australia, dengan tema Re-imagining Sociology. (Judul tema Re-Imagining Sociology, diambil dari judul yang sama buku Steve Fuller (2004), seorang profesor sosiologi dari Universitas Warwick, Inggris). 

Lalu, apa bukti (dan pemecahan re-imagining sociology dalam paradigma TQZ) masalah sosiologi sampai ilmuwan sosial sendiri meragukannya?

PARADIGMA (ilmu) sosial masih dalam tahap pre-paradigmatik, sebab pengetahuan mengenai manusia tidaklah semudah dalam ilmu alam (Thomas S. Kuhn).

Ada cara sederhana untuk menjadi ilmuwan menemukan (masalah) penemuan (dan memecahkannya) di bidang apa pun, yaitu meneliti seluruh informasi yang ada di bidang itu sebelumnya dari lama hingga terbaru. (Sebuah cara yang mudah tetapi sangat susah bagi mereka yang tidak berminat atau malas). Mengenai informasi dari buku, menurut Isadore Gilbert Mudge, dari penggunaan buku dibagi dua, yaitu buku dimaksudkan untuk dibaca seluruhnya guna keterangan, dan buku yang dimaksudkan untuk ditengok atau dirujuk guna suatu butir keterangan pasti. Keduanya punya kelebihan masing-masing. Yang pertama luas menyeluruh, yang kedua dalam terbatas hal tertentu.

Berkaitan menonjolkan kelebihan pertama, Dadang Supardan (2008: 3-4),  menyusun buku Pengantar Ilmu Sosial (Sebuah Kajian Pendekatan Struktural), cetakan pertama, Januari 2008, yang mendapat inspirasi pemikiran ilmuwan sosial Jerome S. Bruner, bahwa mata pelajaran apa pun lebih mudah diajarkan (dan dipahami) secara efektif bila struktur (fakta, konsep, generalisasi, dan teori) disiplin ilmu seluruhnya dipelajari lebih dahulu, yaitu lebih komprehensif, mudah mengingat, mengajarkan, dan mengembangkannya. 

KLAIM sah paling umum dan efektif mengajukan paradigma baru adalah memecahkan masalah yang menyebabkan paradigma lama mengalami krisis (Thomas S. Kuhn).

Lalu, apa hubungannya buku pengangan universitas yang baik ini dengan debat keraguan sosiologi?  

Dadang Supardan (2008:98), mengutip David Popenoe, menjelaskan jika ilmu sosiologi ingin tetap merupakan sebuah ilmu pengetahuan maka harus merupakan suatu ilmu pengetahuan yang jelas nyata (obvious). Dadang mengungkap, ahli sosiologi sering menyatakan bahwa mereka banyak menghabiskan uang untuk menemukan apa yang sebenarnya hampir semua orang telah mengetahuinya. Sosiologi dihadapkan dengan dunia masyarakat yang sebenarnya tidak begitu aneh, di mana orang-orang yang secara umum sudah akrab ataupun mengenal konsep-konsep yang diperkenalkan dalam bidang sosiologi. Sebaliknya, sebagai pembanding, dalam pokok kajian pada kelompok ilmu kealaman adalah sering berada di luar dunia dari pengalaman sehari-hari. Dalam menjawab permasalahan ilmu pengetahuan alam, temuan kajiannya memberikan ungkapan dalam bahasa dan simbol-simbol di mana kebanyakan orang hampir tidak memahaminya atau benar-benar dibawa dalam pengenalan konsep yang benar-benar baru. 

Lalu, inikah bukti kekurangan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan? Ya (salah satunya). 

Sebenarnya sangat jelas lagi, masalah sosiologi ini sudah diungkap Dadang Supardan (2008: 4) sendiri di awal dengan mengutip Bruner pula. Menurut Bruner,  terdapat tiga tahapan berpikir seorang pembelajar, yaitu enactive, iconic dan symbolic. Enactive   terfokus pada ingatan, lalu iconic pola pikir tidak terbatas pada ruang dan waktu, tetapi seluruh informasi tertangkap karena adanya stimulan, kemudian tingkat symbolic, dapat dianalogikan masa operasi formal menurut Piaget. Dalam tahapan terakhir, siswa (dan siapapun – QZ) sudah mampu berpikir abstrak secara keilmuan pada tingkat yang dapat diandalkan, mengingat  sudah mampu berpikir analisis, sintesis dan evaluatif.

MENOLAK satu paradigma tanpa sekaligus menggantikannya dengan yang lain adalah menolak  ilmu pengetahuan itu sendiri (Thomas S. Kuhn).

Artinya, sosiologi yang dipelajari di sekolah dan universitas tanpa perangkat simbolik selama ini kadaluarsa dan hanya dapat disebut pengetahuan saja. Dan, untuk membuktikan kekurangan sosiologi tak perlu jauh-jauh (meski boleh agar nampak jelas) dengan ilmu kealaman, cukup dengan ilmu pengetahuan mantap  masih golongan (ilmu) pengetahuan sosial juga yaitu ilmu ekonomi.  Bukankah ilmu ekonomi dianggap ilmu (ratunya golongan ini) karena mencapai tingkat analogi simbolik bahasa ekonomi?  (Karena itulah definisi ilmu pengetahuan dalam paradigma baru TQZ bukan kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur (sistematis), tetapi kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur (sistematis), membentuk kaitan terpadu dari kode (symbolic), satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu. Untuk ilmu pengetahuan sosial paradigma milenium ketiga telah saya tetapkan International Code of Nomenclature TQO Employee fungsinya Operation dengan kode O, TQC Supervisor (Control-C), TQS Manager (Service – S), TQI Senior Manager (Information – I) dan Director (Touch – T)).

Jadi, para ilmuwan sosial, sebenarnya sudah tahu sosiologi yang dipegang selama ini tidak layak disebut sebagai ilmu pengetahuan, meski belum tahu pemecahannya. Lantas, apa pentingnya solusi re-imagining sociology sekarang? Sangat pasti, salah satu cara memahami masyarakat untuk mengatasi krisis dunia (negara, bangsa, daerah, organisasi, usaha dan pribadi) yang semakin kompleks dan buntu selama ini. Dan, bagi lembaga penelitian dan pendidikan baik organisasi dan pribadi harus proaktif berbenah. Adalah fatal dan picik mengajarkan (ilmu) pengetahuan yang (kalau) sudah diketahui kadaluarsa dan salah, di berbagai universitas dan sekolah. Dunia (di berbagai belahan) sudah berubah.  

KALAU teori saya terbukti benar, Jerman akan mengakui saya sebagai seorang Jerman dan Prancis menyatakan saya sebagai warga negara dunia. Tetapi kalau salah, Prancis akan menyebut saya seorang Jerman, dan Jerman menyatakan saya seorang Yahudi (Albert Einstein).

BAGAIMANA strategi Anda?

*) Qinimain Zain – Scientist &amp; Strategist, tinggal di Banjarbaru – Kalsel, e-mail: tqz_strategist@yahoo.co.id (www.scientist-strategist.blogspot.com)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>(Dikutip dari: Harian RADAR Banjarmasin, Senin, 16 Juni 2008)</p>
<p>Strategi (R)Evolusi Ilmu Sosial Milenium III<br />
(Kadaluarsa Ilmu: Re-Imagining Sociology)<br />
Oleh: Qinimain Zain</p>
<p>FEELING IS BELIEVING. MULANYA teori baru diserang dikatakan tidak masuk akal. Kemudian teori tersebut itu diakui benar, tetapi dianggap remeh. Akhirnya, ketika teori itu sangat penting, para penentang akan segera mengklaim merekalah yang menemukannya (William James).  </p>
<p>KETIKA Dr Heidi Prozesky – sekretaris South African Sociological Association (SASA) meminta TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority (2000) sebagai materi sesi Higher Education and Science Studies pada Konferensi SASA medio 2008 ini, saya tidak terkejut. Paradigma baru The (R)Evolution of  Social Science – The New Paradigm Scientific System of Science ini, memang sudah tersebar pada ribuan ilmuwan pada banyak universitas besar di benua Amerika, Afrika, Asia, Eropa dan Australia. Pembicaraan dan pengakuan pentingnya penemuan juga hangat dan mengalir dari mana-mana. </p>
<p>Contoh, dari sekian banyak masalah telah dipecahkan paradigma ini adalah menjawab debat sengit hingga kini keraguan ilmuwan sosial akan cabang sosiologi sebagai ilmu pengetahuan di berbagai belahan dunia. Tanggal 2-5 Desember 2008 nanti, akan digelar The Annual Conference of The Australian Sociological Association (TASA) 2008  di Australia, dengan tema Re-imagining Sociology. (Judul tema Re-Imagining Sociology, diambil dari judul yang sama buku Steve Fuller (2004), seorang profesor sosiologi dari Universitas Warwick, Inggris). </p>
<p>Lalu, apa bukti (dan pemecahan re-imagining sociology dalam paradigma TQZ) masalah sosiologi sampai ilmuwan sosial sendiri meragukannya?</p>
<p>PARADIGMA (ilmu) sosial masih dalam tahap pre-paradigmatik, sebab pengetahuan mengenai manusia tidaklah semudah dalam ilmu alam (Thomas S. Kuhn).</p>
<p>Ada cara sederhana untuk menjadi ilmuwan menemukan (masalah) penemuan (dan memecahkannya) di bidang apa pun, yaitu meneliti seluruh informasi yang ada di bidang itu sebelumnya dari lama hingga terbaru. (Sebuah cara yang mudah tetapi sangat susah bagi mereka yang tidak berminat atau malas). Mengenai informasi dari buku, menurut Isadore Gilbert Mudge, dari penggunaan buku dibagi dua, yaitu buku dimaksudkan untuk dibaca seluruhnya guna keterangan, dan buku yang dimaksudkan untuk ditengok atau dirujuk guna suatu butir keterangan pasti. Keduanya punya kelebihan masing-masing. Yang pertama luas menyeluruh, yang kedua dalam terbatas hal tertentu.</p>
<p>Berkaitan menonjolkan kelebihan pertama, Dadang Supardan (2008: 3-4),  menyusun buku Pengantar Ilmu Sosial (Sebuah Kajian Pendekatan Struktural), cetakan pertama, Januari 2008, yang mendapat inspirasi pemikiran ilmuwan sosial Jerome S. Bruner, bahwa mata pelajaran apa pun lebih mudah diajarkan (dan dipahami) secara efektif bila struktur (fakta, konsep, generalisasi, dan teori) disiplin ilmu seluruhnya dipelajari lebih dahulu, yaitu lebih komprehensif, mudah mengingat, mengajarkan, dan mengembangkannya. </p>
<p>KLAIM sah paling umum dan efektif mengajukan paradigma baru adalah memecahkan masalah yang menyebabkan paradigma lama mengalami krisis (Thomas S. Kuhn).</p>
<p>Lalu, apa hubungannya buku pengangan universitas yang baik ini dengan debat keraguan sosiologi?  </p>
<p>Dadang Supardan (2008:98), mengutip David Popenoe, menjelaskan jika ilmu sosiologi ingin tetap merupakan sebuah ilmu pengetahuan maka harus merupakan suatu ilmu pengetahuan yang jelas nyata (obvious). Dadang mengungkap, ahli sosiologi sering menyatakan bahwa mereka banyak menghabiskan uang untuk menemukan apa yang sebenarnya hampir semua orang telah mengetahuinya. Sosiologi dihadapkan dengan dunia masyarakat yang sebenarnya tidak begitu aneh, di mana orang-orang yang secara umum sudah akrab ataupun mengenal konsep-konsep yang diperkenalkan dalam bidang sosiologi. Sebaliknya, sebagai pembanding, dalam pokok kajian pada kelompok ilmu kealaman adalah sering berada di luar dunia dari pengalaman sehari-hari. Dalam menjawab permasalahan ilmu pengetahuan alam, temuan kajiannya memberikan ungkapan dalam bahasa dan simbol-simbol di mana kebanyakan orang hampir tidak memahaminya atau benar-benar dibawa dalam pengenalan konsep yang benar-benar baru. </p>
<p>Lalu, inikah bukti kekurangan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan? Ya (salah satunya). </p>
<p>Sebenarnya sangat jelas lagi, masalah sosiologi ini sudah diungkap Dadang Supardan (2008: 4) sendiri di awal dengan mengutip Bruner pula. Menurut Bruner,  terdapat tiga tahapan berpikir seorang pembelajar, yaitu enactive, iconic dan symbolic. Enactive   terfokus pada ingatan, lalu iconic pola pikir tidak terbatas pada ruang dan waktu, tetapi seluruh informasi tertangkap karena adanya stimulan, kemudian tingkat symbolic, dapat dianalogikan masa operasi formal menurut Piaget. Dalam tahapan terakhir, siswa (dan siapapun – QZ) sudah mampu berpikir abstrak secara keilmuan pada tingkat yang dapat diandalkan, mengingat  sudah mampu berpikir analisis, sintesis dan evaluatif.</p>
<p>MENOLAK satu paradigma tanpa sekaligus menggantikannya dengan yang lain adalah menolak  ilmu pengetahuan itu sendiri (Thomas S. Kuhn).</p>
<p>Artinya, sosiologi yang dipelajari di sekolah dan universitas tanpa perangkat simbolik selama ini kadaluarsa dan hanya dapat disebut pengetahuan saja. Dan, untuk membuktikan kekurangan sosiologi tak perlu jauh-jauh (meski boleh agar nampak jelas) dengan ilmu kealaman, cukup dengan ilmu pengetahuan mantap  masih golongan (ilmu) pengetahuan sosial juga yaitu ilmu ekonomi.  Bukankah ilmu ekonomi dianggap ilmu (ratunya golongan ini) karena mencapai tingkat analogi simbolik bahasa ekonomi?  (Karena itulah definisi ilmu pengetahuan dalam paradigma baru TQZ bukan kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur (sistematis), tetapi kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur (sistematis), membentuk kaitan terpadu dari kode (symbolic), satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu. Untuk ilmu pengetahuan sosial paradigma milenium ketiga telah saya tetapkan International Code of Nomenclature TQO Employee fungsinya Operation dengan kode O, TQC Supervisor (Control-C), TQS Manager (Service – S), TQI Senior Manager (Information – I) dan Director (Touch – T)).</p>
<p>Jadi, para ilmuwan sosial, sebenarnya sudah tahu sosiologi yang dipegang selama ini tidak layak disebut sebagai ilmu pengetahuan, meski belum tahu pemecahannya. Lantas, apa pentingnya solusi re-imagining sociology sekarang? Sangat pasti, salah satu cara memahami masyarakat untuk mengatasi krisis dunia (negara, bangsa, daerah, organisasi, usaha dan pribadi) yang semakin kompleks dan buntu selama ini. Dan, bagi lembaga penelitian dan pendidikan baik organisasi dan pribadi harus proaktif berbenah. Adalah fatal dan picik mengajarkan (ilmu) pengetahuan yang (kalau) sudah diketahui kadaluarsa dan salah, di berbagai universitas dan sekolah. Dunia (di berbagai belahan) sudah berubah.  </p>
<p>KALAU teori saya terbukti benar, Jerman akan mengakui saya sebagai seorang Jerman dan Prancis menyatakan saya sebagai warga negara dunia. Tetapi kalau salah, Prancis akan menyebut saya seorang Jerman, dan Jerman menyatakan saya seorang Yahudi (Albert Einstein).</p>
<p>BAGAIMANA strategi Anda?</p>
<p>*) Qinimain Zain – Scientist &amp; Strategist, tinggal di Banjarbaru – Kalsel, e-mail: <a href="mailto:tqz_strategist@yahoo.co.id">tqz_strategist@yahoo.co.id</a> (www.scientist-strategist.blogspot.com)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sulhadi</title>
		<link>http://www.ilmupendidikan.net/2008/04/22/bijakkah-kita-melihat-kebenaran-ilmu.php/comment-page-1#comment-7</link>
		<dc:creator>sulhadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 07:59:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ilmupendidikan.net/?p=6#comment-7</guid>
		<description>Semoga bermanfaat, berhubung saya berada di website pendidikan ada informasi baru say terima.

Berikut adalah informasi yang saya dapatkan dari teman Yahoo Messenger mengenai informasi pendidikan yang mungkin akan sangat berguna bagi mereka yang kurang mampu:

JIka anda mengenal atau mengetahui ada anak miskin atau dari golongan kurang mampu : - Lulus SD (berijasah) tetapi tidak dapat meneruskan ke SMP,  - Umur max 18 tahun,  - Tinggal di Jakarta Selatan,   dapat menghubungi :    Ibu Ade , Pancoran Timur VIII no. 4B Jakarta 12770 TELEPON :7990412 HP  :  085691500258, (informasi selanjutnya http://sulhadi.co.cc/ ) terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga bermanfaat, berhubung saya berada di website pendidikan ada informasi baru say terima.</p>
<p>Berikut adalah informasi yang saya dapatkan dari teman Yahoo Messenger mengenai informasi pendidikan yang mungkin akan sangat berguna bagi mereka yang kurang mampu:</p>
<p>JIka anda mengenal atau mengetahui ada anak miskin atau dari golongan kurang mampu : &#8211; Lulus SD (berijasah) tetapi tidak dapat meneruskan ke SMP,  &#8211; Umur max 18 tahun,  &#8211; Tinggal di Jakarta Selatan,   dapat menghubungi :    Ibu Ade , Pancoran Timur VIII no. 4B Jakarta 12770 TELEPON :7990412 HP  :  085691500258, (informasi selanjutnya <a href="http://sulhadi.co.cc/" rel="nofollow">http://sulhadi.co.cc/</a> ) terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

