Pencarian

Custom Search

BUKTI AL’QUR AN BUKAN BUATAN MANUSIA

Al-Quran adalah kalam Allah yang merupakan sebuah Mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi akhir jaman Muhammad . Tidak ada yang menandingi keindahan bahasa Al-Quran dan keindahan ketika kita melantunkan Al-Quran. Banyak orang yang hatinya tergetar jika di bacakan ayat-ayat Al-Quran, sehingga kemudian dia mendapatkan risalah kebenaran. Al-Quran adalah satu-satunya kitab yang terjaga keasliannya walau telah diturunkan 14 abad yang lalu akan tetapi tetap terjaga dalam satu Bahasa dan satu huruf yang terangkai didalamnya.

Banyak usaha-usaha yang di lakukan oleh orang-orang kafir untuk memalsukan Al-Quran, namun usaha itu selalu kandas dan sia-sia. Al-Quran yang berjumlah 30 juz, 114 surat, 6666 ayat dan 51.900 kata itu dengan mudah di hafalkan oleh orang-orang yang beriman dan mempunyai hati yang bersih.

Al-Quran adalah sumber ilmu yang tidak pernah ketinggalan zaman bahkan selalu mendahului zaman, karena kebenarannya baru terbukti ketika zaman sudah mampu menciptakan tekhnologi mulai dari ilmu matetamtika, Biologi, kedokteran,fisika,kimia,bahasa, sejarah dll, segala ilmu telah terbukti sebelum ditemukan alquran telah menafsirkan dan menuliskannya. Keajaiban lain dari Al-Quran yang tak kalah mencengangkan adalah bahwa Al-Quran ternyata tersusun menurut perhitungan Matematis yang sangat teliti dan sangat cerdas !!
Berikut ini sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan mukjizat.

Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, yang sama jumlahnya dengan jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah
Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk jamak sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan
Kata “Syahr” (Bulan) sebanyak 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun.
Kata “Sab’u (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu
Jumlah “Saah” (jam) yang didahului dengan “Harf” sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari
Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah rakaat dalam sholat 5 waktu
Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumah sholat wajib sehari semalam
Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” Sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah rakaat shalat fardhu.
Kata “al-Dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-Akhirah” sebanyak 115 kali
Kata “ al-Israf” disebutkan 23 kali, begitu juga kata kebalikannya “al-Sur’ah”
Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya “al-Syayathin” juga 88 kali
Kata “al-Sulthan” disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “al-Nifaq” juga 37 kali
Kata “Harb” (panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “al-Bard” (dingin) juga 4 kali
Kata “al-Harb” (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “al-Husra” (tawanan) 6 kali
Kata “al-Hayat” (Hidup) sebanyak 145 kali, kebalikannya “al-Maut” (mati) 145 kali
Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” (katakanlah) juga sebanyak 332 kali
Kata “al-Sayyiat” (keburukan) yang menjadi kebalikannya kata “al-Shahihat” (Kebajikan) masing-masing 180 kali
Kata “al-Rahbah” (cemas/takut) yang menjadi kebalikan kata “al-Ragbah” (harap/ingin) masing-masing 8 kali
Kata “al-Naf’u” yang menjadi kebalikan kata “al-Fasad” masing-masing 50 kali
Kata “al-Nas” yang menjadi kebalikan kata “al-Rusul” masing-masing 368 kali
Kata “al-Asbath” yang menjadi kebalikan kata “al-Awariyun” masing-masing 5 kali
Kata “al-Jahr” yang menjadi kebalikan kata “al-Alaniyah” masing-masing 16 kali.Masih banyak lagi, yang tidak dapat disebutkan satu-persatu
Sekarang lakukan perhitungan sebagai berikut :

Dengan mencari persentase jumlah kata “bahr” (lautan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr ) kita dapatkan : (32/45) x 100 % = 71.1111111%

Dengan mencari persentase jumlah kata “barr (daratan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan : (13/45) x 100 % = 28.888888889 %Kita akan mendapatkan bahwa Allah Subhana Wa Ta’ala. Dalam Al-Quran pada 14 abad yang lalu menyatakan bahwa persentase air di bumi adalah 71.11111111 %, dan persentase daratan adalah 28.8888888889, dan ini adalah rasio yang riil dari air dan daratan.
Itulah sebagian kecil keajaiban dan kemukjizatan Al-Quran. Keajaiaban yang lain merupakan misteri yang akan insyaAllah akan dipecahkan oleh orang-orang yang berilmu.

Seorang ahli biokimia berkebangsaan Amerika keturuna Mesir dan seorang ilmuwan Muslim, Dr. Rashad Khalifa, adalah orang yang pertama yang menemukan sistem matematika pada desain Al-Quran. Dia memulai meneliti komposisi Matematik dari Al-Quran pada tahun 1968, dan memasukka Al-Quran ke dalam sistem computer pada tahun 1969 dan 1970, yang diteruskan dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris pada awal 70-an. Dia tertantang untuk memperoleh jawaban dalam menjelaskan inisial pada beberapa surah dalam Al-Quran (seperti Alif Lam Mim) yang sering diberi penjelasan “hanya Allah yang mengetahui maknanya”. Dengan tantangan ini, dia memulai riset secara mendalam pada inisial-inisial tersebut setelah memasukkan teks Al-Quran ke dalam sistem computer, dengan tujuan utama mencari pola matematis yang mungkin akan menjelaskan pentingnya inisial-inisial tersebut. Setelah beberapa tahun melakukan riset, Dr. Khalifa mempublikasikan temuan-temuan pertamanya dalam sebuah buku berjudul “MIRACLE OF THE QURAN : Significance of the Mysterious Alphabet” pada Oktober 1973., bertepatan dengan Ramadhan 1393

Sementara itu Angka yang sering keluar daalam alquran adalah angka 19

Dalam Al Qur’an. Keistimewaan angka 19 di dalam Al Qur’an ini, di antaranya:
1. Kata bismillahirrahmanirrahim, yang merupakan kata pembuka dari surah Al Qur’an terdiri dari 19 huruf.
2. Paket wahyu pertama (QS. Al Alaq (96) ayat 1—5), diturunkan sebanyak 76 huruf atau 19 x 4.
3. Ayat pertama kali turun, (QS. Al Alaq ayat 1), terdiri dari 19 huruf.
4. Jumlah surah Al Qur’an ada 114 atau 19 x 6.

Angka 19 inilah yang menjadi alat kontrol huruf di dalam Al Qur’an, sehingga Al Qur’an terpelihara dari perubahan yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab. Tidak akan pernah sedikitpun meleset dari hitung-hitungan, anda bisa bandingkan dengan kitab suci lain. perhatikan bagaimana Angka 19 dalam mengontrol Al Qur’an:

Surah ke-68, yang diawali huruf nun. Jumlah nun dalam surah tersebut 133 atau 19 x 7.
Surah ke-36, yang diawali huruf ya sin, memiliki huruf ya sebanyak 237 dan huruf sin 48. Bila dijumlahkan mejadi 285 atau 19 x 15.

Surat ke-13, yang diawali huruf alif lam mim ra’, di mana jumlah alif = 605, lam = 480, mim = 260 dan ra’ = 137, total keempat huruf tersebut 1482 atau 19 x 78.

Sebagian besar ahli tafsir menafsirkan 19 sebagai jumlah malaikat. Menurut Dr. Rashad Khalifa, menafsirkan bilangan 19 sebagai jumlah malaikat adalah tidak tepat. Bagaimana mungkin jumlah malaikat dapat dijadikan untuk cobaan bagi orang-orang kafir (QS. Al Muddassir ayat 30—31).

“Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat, dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?’ Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan kepada manusia.”

Selain penjelasan di atas, dalam beberapa kejadian di alam ini dan juga dalam kehidupan kita sehari-hari, ada yang mengacu kepada bilangan 19, di antaranya sebagai berikut:

Bumi, matahari dan bulan berada pada posisi yang relatif sama setiap 19 tahun.
Komet Halley mengunjungi sistem tata surya kita pada setiap 76 tahun (19 x 4).
Tubuh manusia memiliki 209 tulang atau 19 x 11.Selain berhubungan dengan kejadian di alam, bilangan 19 juga berkaitan dengan ibadah umat Islam, seperti:

Sholat, jumlah rakaat pada shalat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’ masing-masing adalah 2, 4, 4, 3, dan 4 rakaat. Jika jumlah rakaat tersebut disusun menjadi sebuah angka 24434 merupakan bilangan kelipatan 19 atau 19 x 1286.

Di abad modern pun banyak orang-orang yang memang ingin mengubah isi Al-Qur’an akan tetapi sampai detik ini alquran masih asli dari pertama diturunkan karena alquran adalah tuntunan dan mukjizat terbesar yang di ciptakan Allah kepada Umat Muhammad Umat akhir jaman!

Dikutif dari: https://www.facebook.com/notes/dunia-online/-bukti-alqur-an-bukan-buatan-manusia-/264843673576031/

Popularity: 1% [?]

INVESTASI YANG CERDAS

Dalam banyak perbincangan santai dengan kolega kita sering membicarakan masalah investasi. Kita sering mendengar cerita teman berbagai bentuk investasi yang mereka lakukan untuk persiapan masa depan. Ada diantara kita yang membeli tanah dan bangunan, ruko, kebun atau sawah, dan ada juga menyimpan dananya dalam bentuk logam mulia, deposito, dan/atau asuransi. Kita begitu antusias untuk mempersiapkan diri kita menghadapi masa depan, di saat kita telah pensiun, agar lebih baik. Apa sih sesungguhnya yang disebut investasi? Untuk itu saya coba kutipkan beberapa definisi dari para ahli ekonomi. Haming dan Basalamah, misalnya, menyatakan bahwa investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber (dana) yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang, dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru dimasa yang akan datang. Senada dengan Haming dan Basalamah, James C Van Horn menyatakan kegiatan yang dilangsungkan dengan memanfaatkan kas pada sekarang ini, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil barang di masa yang akan datang, sementara Fitz Gerald menyatakan aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber yang dipakai untuk mengadakan modal barang pada saat sekarang yang kemudian akan menghasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Dari beberapa definisi di atas tampak bahwa yang dimaksudkan dengan investasi adalah memanfaatkan sumber daya yang kita miliki saat ini untuk menghasilkan produk baru di masa yang akan datang. Dengan tersedianya produk baru maka “kehidupan” kita di masa yang akan datang akan lebih terjamin. Dengan kata lain salah satu tujuan dalam berinvestasi adalah adanya jaminan kehidupan yang lebih baik dan terjamin di masa yang akan datang. Pertanyaannya adalah seberapa besar jaminan yang ingin kita dapatkan dan persiapkan untuk masa yang akan datang itu? Seberapa pasti jaminan itu akan meng-cover kehidupan kita di masa yang akan datang? dan yang lebih penting lagi adalah kapan yang dimaksud dengan “masa yang akan datang” tersebut?
Jawaban atas pertanyaan tersebut sangat mungkin berbeda diantara kita, karena sangat bergantung pada sudut pandang kita dalam melihat realita kehidupan ini dan tingkat penghayatan atas nilai-nilai ekonomi yang kita hadapi atau lebih spesifik seberapa besar “kesadaran” kita atas rizki yang dicurahkan oleh Yang Maha Kaya (Al Ghaniyy) kepada kita.
“Masa yang akan datang!!!” Kapan sesungguhnya masa itu akan dimasuki? Berapa lama kita akan berada di masa itu? Banyak diantara kita melihatnya sebagai suatu masa dimana kita telah memasuki masa pensiun. Oleh karena itu bentuk investasi yang dilakukan adalah dalam bentuk penyediaan beragam benda yang diharapkan dapat menjadi modal dalam mengisi masa-masa pensiun. Kalau saja memang ini yang dimaksud, mari kita renungkan apakah masa itu memang harus kita persiapkan dengan sepenuh jiwa. Kalau kita mengacu pada peraturan masa pensiun, sebagian dari kita akan memasuki masa pensiun di usia 58 tahun, 60 tahun, 65 tahun, dan ada juga yang berusia 70 tahun.
Catatan pertama yang harus kita sadari adalah apakah kita yakin, bahwa kita akan sampai pada masa pensiun itu, sehingga investasi yang kita tanamkan benar-benar dapat dinikmati. Saya yakin 100%, diantara kita tidak ada yang yakin sepenuhnya dan tidak ada yang bisa menjamin. Banyak saudara-saudara kita telah wafat sebelum memasuki masa pensiun.
Catatan kedua, kalau saja kita ditakdirkan sampai ke masa pensiun itu, pertanyaannya adalah berapa lama kita akan menikmati masa pensiun itu? 5 tahun! 10 tahun! 15 tahun! Atau lebih. Lagi-lagi tidak ada yang bisa memastikan, karena masa pensiun itupun pasti akan berakhir dan diakhiri oleh kematian. Sambil tidak ada yang tahu kapan kematian itu akan datang. Dengan kata lain investasi yang kita siapkan itu sesungguhnya hanya untuk persiapan kehidupan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Dengan demikian, kalau saja yang kita maksudkan “masa yang akan datang” itu adalah masa pensiun, maka masa itu sesungguhnya masa yang TIDAK PASTI kita alami atau masa yang memiliki rentang waktu yang tidak terlalu lama. Kalau memang demikian adanya, mengapa kita harus menghabiskan energi berinvestasi untuk mempersiapkan diri memasuki kehidupan di masa yang TIDAK PASTI. Bisa dibayangkan, kita mengerahkan segala daya upaya untuk mengumpulkan harta dan berinvestasi untuk masa depan kita. Bahkan tidak jarang diantara kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta tersebut sebanyak-banyaknya dan dinvestasikan dalam berbagai bentuk, seperti sawah, kebun, tanah, rumah, perhiasan, dan mungkin juga saham. Tapi setelah harta itu terkumpul, investasi di tanam, ternyata usia kita tidak sampai ke masa pensiun itu. Semua investasi yang kita upayakan akan kita tinggalkan, namun kita tetap akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Yang Maha Kuasa. Investasi yang SIA-SIA bukan?
Sementara penulis sendiri berpendapat bahwa yang dimaksud dengan “Masa yang akan datang” yang hakiki adalah masa dimana kita telah wafat meninggalkan kehidupan dunia yang fana ini, dan memasuki hari akhir “akhirat” yang sangat panjang. Suatu masa dimana kehidupan menjadi sangat “individual” karena masing-masing hanya “mengurus” dirinya sendiri; tidak ada yang bisa kita mintai pertolongan. Masa ini adalah masa yang PASTI datangnya, dan PASTI kita alami. Di masa inilah kita perlu memiliki banyak “perbekalan” untuk melakukan perjalanan dan kehidupan kita agar aman, nyaman, dan selamat. Untuk memasuki masa inilah kita harus berinvestasi sebanyak-banyaknya, karena perjalan kita sangat panjang.
Ada banyak bentuk investasi yang pasti untung untuk “masa yang akan datang” kita. Hal ini telah ditunjukkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran Surat As-Shaff ayat 11-13, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.” Diantara bentuk jihad yang bisa kita lakukan adalah (ikut) membangun mesjid pada saat ini. Jihad ini merupakan wujud investasi di “masa yang akan datang” untuk membangun rumah di surga, Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Muhammad SAW: “Barangsiapa membangun masjid karena Allah sebesar sarang burung atau lebih kecil. Maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.” (Dishahihkan oleh Al-Albany).
Selain itu, amal jariyah juga adalah bentuk lain dalam berinvestasi untuk “masa yang akan datang”. Ini adalah investasi yang akan terus mengalirkan keuntungan, tidak terbatas oleh waktu. Untuk ini barangkali kita harus mulai merubah cara menghitung dana dan harta yang kita miliki. Pada saat kita bersadaqah, kita tidak lagi menggunakan logika matematika, atau berhitung untung-rugi, tetapi gunakan logika “pahala”. Sebagai contoh, kalau kita punya uang Rp 100.000, kita ambil Rp 10.000 dan disadaqahkan dengan ikhlas, maka berapakah yang tersisa. Jawaban yang pasti adalah uang yang tersisa sebanyak Rp 10.000 yang kita shadaqakan dengan ikhlas, karena “pahala” dari uang yang Rp 10.000 itulah yang akan kita temui kelak di “masa yang akan datang” kita. Bahkan lebih dahsyat lagi, shadaqah dan jariah bukan hanya untuk investasi “masa yang akan datang” tetapi juga dapat dirasakan saat shadaqah itu diberikan. Dengan sedekah, Allah akan menambah rezeki yang banyak, halal dan berkah, menyembuhkan penyakit, memanjangkan umur, mendorong terkabulnya doa dan harapan, menolak bala, dan lain sebagainya (K.H. Yusuf Mansur). Ini satu bentuk investasi yang luar biasa.
Menyebarkan dan mengamalkan ilmu yang kita miliki agar menjadi ilmu yang bermanfaat adalah bentuk investasi cerdas yang lainnya yang sangat dahsyat. Kenapa demikian? Karena sekali kita berinvestasi menyebarkan dan mengamalkan ilmu yang bermanfaat maka “keuntungannya” tidak akan berhenti, terus mengalir ke dalam “pundi-pundi” pahala kita, selama ilmu itu dimanfaatkan oleh orang yang menerimanya. Dan itu merupakan bekal perjalanan hidup kita yang sangat panjang…
Ya Allah… beri kami kekuatan untuk berinvestasi secara cerdas dan ikhlas.

Popularity: 9% [?]

Rahasia Sukses Mantan TKI Ilegal

Saya (Jamil Azzaini) berkenalan dengan lelaki asal Banyuwangi bernama Budi Harta Winata saat umroh Januari 2015. Selama umroh bersama ia bercerita banyak tentang perjalanan hidupnya.

Tergiur dengan iklan untuk bekerja di kapal pesiar, lelaki ini justru pernah dipekerjakan di kapal pembawa kayu illegal ke Malaysia. Saat hendak melarikan diri dari “jebakan” mafia tersebut ia harus bertaruh nyawa untuk menyelamatkan diri.

Setelah 12 tahun menjadi karyawan, ia mencoba peruntungan hidupnya dengan membuka bengkel tralis pada tahun 2007. Lokasi bengkel yang awalnya menyewa, kini telah meluas menjadi 1 hektar lebih dan telah menjadi milik sendiri. Karyawan di workshopnya mencapai hampir 400 orang dan di saat order ramai, yang ikut bekerja bisa mencapai 1000 orang.

Di bawah bendera Artha Mas Graha Andalan, usaha yang bergerak di konstruksi baja ini terus berkibar dan sering mendapat rezeki dari arah yang tidak diduga-duga. Apa “resep” rahasianya? Lelaki beristrikan Siti Saodah ini yakin bila hidup selalu berharap (berdoa) hanya kepada Allah dan menjadikan orang tua sebagai raja, rezeki selayaknya raja akan dikirimkan Allah tanpa mengenal waktu.

Selain dua hal tersebut, tiga kunci keberhasilan bisnis ayah dari Ananta Nugraha (12) dan Hiraita Genta (4) adalah perbaiki hubungan dengan manusia, sedekah sampai kita merasa kehilangan dan banyak bersyukur.

“Jangan berharap Anda menjadi pebisnis dengan untung fantastis apabila hubungan Anda dengan sesama manusia tidak baik. Jika kehidupan Anda susah, karir tidak berkembang atau usaha tidak tumbuh melesat coba periksa hubungan Anda dengan orang tua, saudara, sahabat dan orang-orang di sekitar Anda.” Begitulah pemahaman lelaki yang hobinya mentraktir orang ini.

Selain itu, ia yakin bahwa sedekah itu pintu datangnya rezeki. Dan apabila rezeki ingin datang dalam jumlah yang sangat besar maka sedekah yang dikeluarkan bukan sedekah biasa. Lelaki berusia 38 tahun ini bercerita kepada saya, “Sedekah terbaik itu sampai kita merasa sangat kehilangan, dengan kata lain sedekah dengan jumlah ekstrim dengan harta yang paling kita sukai. Sekali-kali kita perlu melakukan ini untuk memancing rezeki yang besar.”

Sementara agar selalu bersyukur ia selalu membandingkan hidupnya saat ia lulus SMA. “Saat kita lulus SMA kita punya apa? Sekarang kita punya apa? Nah, bila kita punya banyak hal yang tidak kita miliki dibandingkan saat kita lulus SMA dulu maka bersyukurlah.”

Pria penggemar motor gede ini, juga menuturkan kepada saya, “Dulu saya ikut mertua, sekarang sudah punya rumah sendiri. Syukuri, Dulu mau beli motor saja susah, sekarang sudah punya banyak motor, syukuri. Banyak hal yang harus kita syukuri. Saat kita banyak bersyukur maka semakin pantas kita menerima dan mengelola duit yang gede. Orang yang banyak mengeluh memang belum pantas ditambahi rezeki.”

Anda ingin Sukses seperti lelaki pendiri pesantren tahfidz yang kini santrinya 400 orang lebih ini? Jangan hanya ingin suksesnya saja, ikuti pula kunci suksesnya: Berharapa hanya kepada Allah, jadikan orang tua Anda seperti raja, perbaiki hubungan dengan sesama manusia, sedekah sampai kita merasa kehilangan dan banyak-banyaklah bersyukur. Mau?

Salam SuksesMulia!

Dikutif seutuhnya dari sumber www.jamilazzaini.com

Popularity: 12% [?]

LOYO…!

Loyo itu bermakna sangat lemah atau tak berdaya. Hampir setiap orang pasti pernah loyo, sekali-kali itu manusiawi. Akan tetapi tentu tidak baik apabila kita sering loyo. Oleh karena itu, Anda perlu merenung sejenak memikirkan hidup Anda apabila sering loyo.

Apa yang membuat seseorang sering loyo? Pertama, ia tidak punya visi hidup yang jelas. Hidup hanya sekedar hidup. Sibuk dengan rutinitas tanpa punya alasan yang kuat mengapa dia harus beraktivitas. Tidak ada sesuatu yang diperjuangkan dalam hidupnya. Ia sebenarnya robot berwujud manusia.

Kedua, ia tidak punya keahlian apapun. Sebenarnya setiap orang pasti punya kelebihan dan kekuatan. Namun, orang-orang yang sering loyo ini enggan berusaha keras mencari apa kelebihan dan kekuatannya. Atau, bila ia sudah sadar akan kelebihan dan kekuatannya, ia enggan mengasahnya dan melatihanya. Akhirnya, ia tak punya kelebihan yang menonjol di bidang apapun.

Ketiga, ia tidak menikmati hidupnya. Yang terpapar dalam pikiran dan hatinya adalah keluhan dan hal-hal negatif. Dalam makna lain, ia kurang mensyukuri hidupnya. Ia susah melihat, merasakan dan mendengar betapa lebih banyak kenikmatan, kebahagiaan dan hal-hal positif yang ada di sekitarnya.

Nah, saat Anda mulai loyo. Coba periksalah ketiga hal tersebut di atas. Hidup terlalu singkat, sungguh malu apabila kita masih punya banyak waktu untuk loyo. Ayo agar banyak orang terhindar dari loyo, sebarkan tulisan ini.

Salam SuksesMulia!

Dikutip seutuhnya dari sumber www.janilazzaini.com

Popularity: 12% [?]

Top 10 eLearning Trends For 2015 Infographic

Top 10 eLearning Trends For 2015 Infographic
Find more education infographics on e-Learning Infographics

10 eLearning Trends to Follow in 2015 Infographic
10 eLearning Trends to Follow in 2015 Infographic shows elearning professionals what to follow in the coming year.
1. Big Data
Numbers in eLearning are becoming so large that processing user generated data using traditional methods is becoming impossible.
How big data analysis can improve e-learning?
• By deeper understanding of the learning process.
Example: Statistics on completion time and rate.
• By helping track learner and group patterns.
Example: How people click and go over the material.
• Personalized courses.
Example: What are the differences in behavior for certain user cohorts.
• Feedback analysis.
Example: Where learners spend more time and which parts they find harder.
• Helping to compile a comprehensive ROI report for learning, by combining multiple sources of information.
2. Gamification
Gamification is the concept of applying game mechanics and game design techniques to engage and motivate people to achieve their goals. Gamification taps into the basic desires and needs of the user, focusing on impulses which revolve around the ideas of Status and Achievement.
Why is gamification important
• Learners recall just 10% of what they read and 20% of what they hear. If there are visuals accompanying an oral presentation, the number rises to 30% and if they observe someone carrying out an action while explaining it, 50%. But learners remember 90% if they do the job themselves, even if it is only a simulation.
• Almost 80% of learners say that they would be more productive it their university/ institution or work was more game-like;
• Almost 90% of users find online competitions fun but 60% of them point out that it’s only fun sometimes; something that shows that implementation matters.
3. Personalized Learning
Personalized Learning is the tailoring of pedagogy, curriculum and learning environments to meet the needs and aspirations of individual learners.
Aspects of Personalized Learning
• Adjusting the pace of instructions, so that they are more individualized.
• Adjusting the learning approach, so that instructions are differentiated.
• Allowing the users to choose their own learning path
• Adjusting the form of content presentation betwwen text and audio or video
• Leveraging student interests and experiences
4. Mobile Learning
As mobile use continues to grow, mobile will become the dominant medium for offering learning material.
Benefits of Mobile Learning
• Easy access – users can access the course anywhere and anytime they need it.
• Contextual learning – thanks to QR codes, GPS and other technologies, mobile learning lets you put learning into context, depending on the location of the learner. It’s also a great base for using augmented reality;
• Digestible content – smaller screens force educators to deliver content in smaller chunks, which makes it easier for learners to remember what they learnt;
5. Focus on Return-on-Investment
Return on Investment (ROI) compares the investment in a training deliverable with the benefits over a specified period of time. Despite the traditional difficulties of calculating ROI, its importance will rise, as it provides a strong argument in favor of e-learning.
What to consider when calculating ROI:
Costs
• Personnel – instructional designers, administrators.
• Technology – IT infrastructure LMS etc.
• Content – courses, virtual materials
• Other, hidden promotional costs
Benefits
• Travel savings
• Trainer cost savings
• Savings on any training loistics – fascilities
6. APIs
Application Programming Interface (API) is basically the way applications communicate with each other. The widely accepted SCORM and Tin Can are two examples of APIs in eLearning. Systems like Zapier, offer non-programmable ways to integrate APls between services and achieve desired effects.
Possible uses of APIs in an elearning context:
• New user in your LMS > New user in CRM
• User finished eLearning course > Email triggered to instructor
• User gets a badge > Share on user’s LinkedIn or Badgepack
• New course is created > Newsletter sent to users
7. Automation
Content creation is a tedious and time consuming process. If we could somehow automate the process of content creation then we could potentially create a revolution in the quantity and quality of online courses.
Possible automation of course creation
• Quizzes, tests and exercises generated automatically from the course content.
• Algorithmically generated course content
• Customizing courses for each user by automatically matching content or difficulty to user skills
8. Augmented Learning
Augmented learning is an on-demand learning technique where the environment adapts to the learner. Augmented Reality market is expected to grow significantly – from 60 million users in 2013 to 200 million in 2018.
Possible uses of augmented learning
• QR code hunting
• Courses developed for Oculus Rift
• Location-based functionalities. Engaging learners into real life activities based on GPS tracking.
• Apple Watch and Google Glass apps extending the courses
9. Corporate MOOCS
Massive Open Online Courses are open courses for large numbers of users. MOOCs are often used by top universities. In the last few years MOOCs have also been getting more popular among companies and organizations.
Possible corporate use of MOOCs:
• Employee training – internal training of big groups of employees.
• Future employee training – open courses for teaching skills that are tailored to the company’s needs
• Corporate Social Responsibility – sharing knowledge and skills and increasing brand recognition
10. Rise of cloud LMS
Despite speculations about the death of LMS, last years showed continued growth in the industry. Forecasts for 2015 predict it will continue to grow. Out of all learning systems, cloud-based platforms had the highest growth in the last two years.
Statistics
• Forecasts show that Learning Management Systems Cloud will grow at a rate of 25% for the next five years, reaching $7,83 billion in 2018.
• Cloud based authoring tools and learning platforms experienced over 50%+ growth in North America last year.
• Predicted growth of one of the top cloud-based LMS, Talent LMS, for 2015 is over 200%. TalentLMS is a cloud based Learning Management System (LMS) that offers an extremely easy way to create your courses and engage your trainees in learning.
Via: blog.talentlms.com

Popularity: 13% [?]

Syarat Ibadah Diterima Allah SWT

Sekedar melanjutkan apa yang disampaikan oleh khatib dalam Khutbah Jumat, pada tanggal 9 Januari 2015. Ada informasi (pengetahuan) yang disampaikan oleh khatib yang patut kita renungkan dan kita laksanakan, yaitu pengetahuan tentang bagaimana agar ibadah kita diterima Allah SWT. Bagi sebagian kita bisa jadi pengetahuan ini bukanlah hal yang baru. Kalau itu keadaannya paling tidak informasi ini bisa dijadikan sebagai penyegar ingatan kita (refreshing). Namun bagi sebagian lain yang belum mengetahuinya, tentu menjadi penting agar ibadah yang kita lakukan tidak sia-sia.
Dalam khutbahnya, khatib mengatakan bahwa ada dua persyaratan agar ibadah kita diterima Allah SWT, yaitu ibadah yang kita lakukan harus (1) ikhlas, dan (2) sesuai dengan aturan atau tata cara melaksanakan ibadah yang sedang kita lakukan. Ikhlas dalam pengertian bahwa apa yang kita lakukan adalah semata-mata karena Allah SWT; tidak ada niat dan tujuan lain dalam beribadah selain dari Lillahita’ala. Keikhlasan sendiri sesungguhnya merupakan implementasi dari syahadat yang pertama, yaitu Asyhadu allaa ilaaha illallah. Dengan syahadat ini kita menyatakan bahwa tidak ada illah selain Allah; tidak ada sesuatu apapun yang patut disembah dan mendapatkan persembahan dari kita selain dari Allah SWT.
Oleh karena itu, sangatlah wajar kalau keikhlasan dalam melaksanakan ibadah menjadi persyaratan utama. Sebanyak apapun ibadah yang kita lakukan, kalau tidak ikhlas, tidak akan diterima oleh Allah SWT, karena itu berarti ibadah yang kita lakukan memang tidak dipersembahkan untuk-Nya. Ini juga bisa diartikan ada pihak lain yang menjadi “tempat” persembahan, selain Allah. Naudzubillahiminzalik.
Kedua ibadah yang kita lakukan harus sesuai dengan aturan dan tata cara sebagaimana yang pernah ditunjukkan oleh Nabiyullah Muhammad SAW. Beliau adalah sosok manusia sempurna yang menjadi suri tauladan dalam pola pikir dan pola perilaku dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam melaksanakan ibadah. Beliau adalah perwujudan dari esensi ajaran islam. Beliau telah menunjukkan dengan sempurna bagaimana islam dilaksanakan baik dalam kehidupan yang menyangkut tata kehidupan sehari-hari maupun dalam beribadah. Bila kita mampu meneladani beliau dalam berbagai aspek kehidupan, itu berarti kita telah mewujudkan syahadat kita yang kedua, yaitu kita menyatakan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah (Rasullullah)
Wallahu’alam bishowab, mudah-mudahan Allah SWT memberi petunjuk dan menerima ibadah kita. Amin YRA.

Popularity: 14% [?]

Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ilmu Pendidikan, Kembali Digugat

Pada tanggal 25 November 2014, bertepatan dengan hari guru, penulis menghadiri acara peluncuran buku “Teknologi Pendidikan dalam Pendidikan Jarak Jauh” karya Prof. Dr. Atwi Suparman, yang sekaligus acara pelepasan purna bakti beliau selaku PNS. Acara diselenggarakan di Balai Sidang UT, Pondok Cabe, Tangerang. Pada sesi diskusi, salah seorang Profesor “Pendidikan Sejarah” dari UT mengemukakan “kegelisahannya”. Beliau menyatakan — yang intinya adalah — bahwa ilmu pendidikan yang selama ini dipelajarinya sesungguhnya bersumber dari Pedagogiek yang dikemukakan oleh Langeveld, dan sejak itu tidak ada lagi perkembangan teori-teori tentang “ilmu pendidikan”. Saat ini yang ada hanya pendidikan sejarah, pendidikan matematika, dll. Beliau merasa sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu pendidikan tidak lagi pas disebut demikian, karena ilmu pendidikan telah lama “mati”. Oleh karenanya maka fakultas ilmu pendidikan juga sudah tidak lagi sesuai, karena ilmu pendidikannya sudah tiada.
Isu yang dikemukakan oleh Profesor tersebut sesungguhnya bukanlah isu baru. Beberapa tahun lalu, Prof. Tilaar juga telah menyatakan bahwa ilmu pendidikan telah “mati suri”. Apabila kita melihat dari perkembangan ilmu pendidikan sebagai sebuah ilmu teoritis dan sejak Langeveld tidak ada lagi teori-teori pendidikan yang berhasil dikembangkan, maka bisa jadi kemudian ilmu pendidikan dinyatakan telah “mati suri”. Tetapi kalau kita sepakat bahwa bila bicara ilmu pendidikan bisa dilihat dari dimensi praktis, maka sangat sulit diterima bahwa ilmu pendidikan telah “mati suri” apalagi “mati” sungguhan. Pada tataran praktis ilmu pendidikan telah berkembang dengan pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi “lain” yang mendukungnya. Bukankah praktek-praktek pendidikan sejarah, pendidikan matematika, dll merupakan wujud dari penerapan ilmu pendidikan praktis. Bagaimana mungkin melaksanakan pendidikan sejarah, pendidikan matematika, dll tanpa didasari oleh “ilmu pendidikan”.
Menanggapi permasalahan bahwa ilmu pendidikan teoritis yang telah lama “mati suri”, penulis melihat sangat bergantung pada sikap kita sebagai ilmuwan, profesional, akademisi, apalagi guru besar dalam bidang ilmu pendidikan. Ada dua pilihan sikap yang mungkin diambil, pertama adalah kita membiarkan ilmu pendidikan itu terus “mati suri” sampai akhirnya benar-benar mati sungguhan, sehingga praktek-praktek pendidikan yang kita lakukan tidak lagi didasarkan pada teori yang kuat. Atau kedua, hati dan jiwa kita terpanggil untuk “menghidupkannya” kembali menjadi ilmu yang terus eksis dan berkembang untuk membantu praktek pendidikan menjadi lebih baik. Sebagai ilmuwan pendidikan “sejati” tentunya pilihan sikap kedua yang harus kita ambil, karena kita memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk melaksanakan berbagai praktek pendidikan yang didasari oleh teori-teori ilmu pendidikan yang kuat. Oleh karena itu, kita juga punya tanggung jawab untuk terus melakukan berbagai kajian yang mendalam tentang ontologi ilmu pendidikan yang sesungguhnya.
Bagaimana sikap anda?

Popularity: 14% [?]

Langkah-langkah Install Program Sahabat

Selamat… Anda telah memutuskan untuk mencoba sistem evaluasi online.
1. KLIK 2x file setup (hasil unduhan) dari web www.ilmupendidikan.net

explorer

explorer


2. Akan tampil halaman berikut, kemudian pilih Destination Folder pada posisi Drive C untuk offline atau pada server untuk online, dan KLIK tombol Intall
Drive C

Drive C


3. Akan tampil halaman berikut, dan tunggu sampai proses selesai. Kalau sudah completed KLIK tombol Close
Proces Complete

Proces Complete


4. Kemudian buka, windows explorer –> Drive C –> folder xampp
Explorer_2

Explorer_2


5. Kemudian KLIK 2x file xampp-control, dan akan tampil halaman XAMPP Control Panel Application berikut:
Xampp

Xampp


6. Kemudian aktifkan program Apache dan MySql, dengan memberi tanda cek (v) pada kotak Svc dan meng-KLIK tombol Start
Xampp Running

Xampp Running


7. Kalau keduanya sudah Running, buka web browser Anda, dan buka / tuliskan: localhost/system_evaluasi untuk yang mode offline

Maka akan tampil halaman validasi yang meminta kode validasi.

8. Isikan kode validasi yang diperoleh dari email khaerudin.tp.sehat@gmail.com

Kalau Anda belum mendapatkannya minta kode validasi tersebut dengan mengirimkan data berikut:
* nama sekolah,
* nama mata pelajaran,
* formatnya (online atau offline)” ke alamat email di atas.

Anda juga akan mendapatkan Pedoman Pemanfaatan Sahabat secara lengkap

Selamat mencoba…

Popularity: 22% [?]

DISORIENTASI DUNIA PENDIDIKAN KITA

Carut marut dunia pendidikan kita selalu menjadi perbincangan yang menarik banyak pihak namun sampai saat ini belum menghasilkan solusi yang jitu untuk mengatasinya. Hal ini disebabkan karena masing-masing pihak memiliki persepsi, kriteria, harapan dan kepentingan yang berbeda tentang keberadaan dan proses pendidikan di negeri kita tercinta ini. Perbedaan pada tataran implementasi bisa saja terjadi dan mungkin harus terjadi, karena proses pendidikan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, aspek sosial budaya masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. Namun kalau perbedaan itu terjadi pada aspek filosofi dan kalaupun sama filosofinya namun terjadi perbedaan dalam menginterprestasi filosofi tersebut, ini yang berbahaya. Tampaknya kondisi inilah yang terjadi di negeri kita ini. Kita semua sepakat bahwa pendidikan kita harus berkualitas. Namun kalau kita tanya pendidikan seperti apa yang berkualitas tersebut, apa indikator pendidikan yang berkualitas. Jawabannya sangat beragam dan bahkan adakalanya tidak sejalan antara pendapat satu dengan pendapat lainnya.
Dalam melihat kondisi pendidikan kita saat ini, tentu setiap orang akan memiliki pandangan yang berbeda, bergantung dari sisi mana kita melihatnya. Kalau perbedaan tersebut terjadi pada tataran praksis barangkali tidak akan berakibat terlalu berarti. Tetapi apabila perbedaan tersebut terjadi pada tataran filosofis maka bisa jadi akan berakibat pada perbedaan keseluruhan proses pendidikan yang kita laksanakan. Diantara perbedaan persepsi atau pemahaman yang berakibat pada carut marutnya dunia pendidikan adalah berkenaan dengan apa yang disebut pendidikan BERKUALITAS bahkan lebih khusus lagi tentang sekolah berkualitas. Ya, kita semua belum ada kesepahaman tentang apa yang disebut dengan pendidikan atau sekolah berkualitas.

Sementara orang ada yang memandang bahwa pendidikan berkualitas adalah pendidikan yang menghasilkan anak-anak yang memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, sehingga bisa menjadi juara dalam berbagai lomba dan olimpiade. Sejalan dengan pendapat ini, mereka berpendapat pendidikan atau sekolah berkualitas adalah mereka yang bisa meluluskan 100% siswa-siswinya dan mendapat skor tinggi dari hasil ujian nasional. Akibat dari pihak yang mempersepsikan kualitas pendidikan seperti ini adalah mereka mengerahkan sebagian besar sumber daya yang mereka miliki untuk mengajar siswa-siswinya dengan sejumlah pengetahuan yang bersifat teoretik dan faktual untuk dihafal dan difahami. Dalam kesempatan lain siswa-siswi mereka didrill dalam menjawab sejumlah soal dan diajari trik cara menentukan jawaban yang benar tanpa harus memahami konsep dan prinsip yang ditanyakan dalam soal. Bahkan tidak sedikit sekolah yang kemudian menyerahkan persiapan siswa-siswi mereka ke lembaga bimbingan belajar. Strategi pembelajaran seperti itu memang adalah strategi yang paling efektif untuk mencapai tujuan mereka yaitu mendapatkan predikat sekolah berkualitas.

Ada pihak lain yang memandang pendidikan dan sekolah berkualitas adalah mereka yang mengasilkan lulusan yang memiliki kompetensi setara dengan standar internasional. Oleh karena itu, untuk mencapai predikat pendidikan dan sekolah berkualitas mereka kemudian berlomba menyelenggarakan pendidikan dengan mengadopsi kurikulum dari luar negeri. Dengan cara seperti itu mereka berkeyakinan akan meluluskan siswa-siswi yang berkualitas dan bertaraf internasional.

Tidak usah heran Pemerintah pun memiliki persepsi sendiri tentang pendidikan dan sekolah berkualitas. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah yang sering tidak konsisten (berubah), namun semuanya berlindung pada argumen demi meningkatkan kualitas pendidikan kita. Perubahan kurikulum yang dikembangkan dengan pendekatan yang berbeda menunjukkan Pemerintah memiliki perbedaan tentang pendidikan dan sekolah berkualitas yang ingin diwujudkannya.

Apa jadinya nasib pendidikan kita kalau diantara mereka yang berkepentingan dengan dunia pendidikan memiliki persepsi dan pandangan yang berbeda tentang arah dan target pendidikan yang dilaksanakannya. Apa sesungguhnya yang bisa dijadikan satu kriteria tentang kualitas pendidikan dan sekolah kita. Kemana arah pendidikan dan sekolah kita bergerak untuk mewujudkan pendidikan dan sekolah berkualitas?

Popularity: 30% [?]

KERANGKA ACUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PGTK ISLAM

OLEH : DRS. KHAERUDIN
Dosen Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNJ

Disampaikan dalam acara Workshop Kurikulum Program Diploma PGSDI dan PGTKI, yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah I DKI Jakarta, 30 Juni 2001

A. Pendahuluan
Sejak dibubarkannya Sekolah Pendidikan Guru (SPG) pada awal tahun ’90-an, penyediaan tenaga guru yang profesional sempat mengalami kevakuman. Alasan pembubaran SPG ini diantaranya adalah karena kualifikasi lulusan SPG dianggap sudah tidak lagi memadai untuk membina dan membimbing anak-anak sekolah. Namun sayangnya pemerintah tidak segera mendirikan lembaga baru sebagai pengganti yang dianggapnya memadai untuk mendidik para guru pada tingkat TK dan SD tersebut. Padahal kebutuhan guru di masyarakat semakin banyak dengan semakin menjamurnya TK, baik itu TK umum, TK Islam, Kelompok Bermain (Play Group), dan TK Alquran serta penitipan anak. Dihampir setiap sudut kampung, saat ini, telah terdapat lembaga pendidikan jenis ini. Continue reading KERANGKA ACUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PGTK ISLAM

Popularity: 43% [?]