Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan melarang Ujian Nasional (UN). Informasi ini diperoleh dari info perkara pada situs Mahkamah Agung (MA) bernomor register 2596 K/PDT/2008 tanggal 14 September 2009. Menanggapi putusan tersebut Mendiknas bersikeras untuk melaksanakan Ujian Nasional (UN) tahun 2010. Ujian Nasional utama akan tetap dilaksanakan sesuai rencana, bulan Maret 2010. Adapun alasannya, karena sampai saat ini masih belum menerima putusan Mahkamah Agung (MA) terkait penolakan kasasi tentang UN. Bila benar Mendiknas tetap pada pendiriannya, siapa lagi di negeri ini yang dapat dijadikan suri tauladan bagi anak-anak bangsa untuk taat pada hukum yang berlaku. Bukankah “pembangkangan” itu sekaligus sebagai pembelajaran yang diberikan oleh petinggi lembaga dunia pendidikan kepada anak-anak bangsa yang sedang mencari jati diri untuk tidak taat pada hukum. Mau menjadi apa bangsa ini ke depan kalau anak-anak bangsa, yang nota bene calon penerus bangsa, telah “dididik” dan diberi contoh untuk tidak taat pada hukum. Mari kita buka pikiran dengan jernih untuk memikirkan pendapat dan masukan dari masyarakat, yang menyoroti UN ini dengan berbagai sudut pandangnya, seperti dari sudut pandang ilmu psikologi, ilmu pendidikan, proses pembelajaran, ilmu evaluasi, ilmu hukum, dll. Tidak sedikit kajian yang dilakukan berbagaikalangan, baik yang bersifat teoritik maupun empirik, yang menunjukkan UN sesungguhnya telah membawa kualitas pendidikan kita terpuruk. Kualitas pendidikan yang sesungguhnya, yaitu menghasilkan manusia yang utuh sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang.
Popularity: 22% [?]
Qurban adalah salah satu ritual yang selalu dilaksanakan oleh umat muslim sedunia setiap tahun, tepatnya pada tanggal 10 Zulhijjah. Qurban juga salah satu ibadah yang merupakan “warisan” dari Nabiyullah Ibrahim A.S. Kita semua tahu, kesalehan dan ketaqwaan Nabi Ibrahim yang sangat besar terhadap Allah yang Mahakuasa, hingga tidak lagi “peduli” dengan apapun yang beliau miliki, kalau itu dikehendaki oleh Yang Mahakuasa, beliau akan memberikannya, sekalipun itu anak sendiri (Ismail) yang didambakan kehadirannya berpuluh tahun. Dari sisi ini pelajaran apa yang dapat kita petik? Sekalipun jiwa, raga, dan keimanan kita tidak seperti Nabi, tetapi perilaku Nabi patut kita teladani. Kekuatan iman dan kecintaan kepada Allah SWT harus melebih kecintaan kita kepada apapun dan siapapun di dunia ini, karena kita adalah makhluk-Nya, yang segala tindak tanduk kita berada dalam “genggaman”-Nya. Kehidupan kita – rizki yang kita nikmati, hidup dan mati kita – berada pada kekuasaan-Nya. Oleh karena itu, alangkah naifnya, saat Allah SWT mewajibkan dan menganjurkan kita untuk berqurban, kita mengelaknya, padahal Allah telah memberikan banyak sekali rahmat-Nya kepada kita. Di sisi lain, qurban dapat dimaknai sebagai simbol. Penyembelihan binatang yang dilakukan sesungguhnya merupakan simbol bahwa kita harus menyembelih sifat kebinatangan yang ada dalam diri kita. Kita harus membuang sifat-sifat hewani yang dapat merusak hakikat kemanusiaan kita. Sebab, kalau sifat-sifat hewani itu berada dalam diri manusia, maka kerusakan yang ditimbulkannya akan sangat dahsyat, bahkan dapat menghancurkan kehidupan manusia itu sendiri. Bila manusia tidak mampu menghilangkan atau minimal mengendalikan sifat-sifat hewaninya, bukan hanya makanan dan minuman yang dilarang yang akan dimakan, tetapi juga mungkin saja ia makan ATK, besi, pasir, semen, atau bahkan tanah dan bangunan. Dengan kecerdikan otak yang dikuasai oleh nafsu hewani, maka manusia tidak akan bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil; mana yang menjadi miliknya, dan mana milik orang lain. Sungguh, suatu bencana besar yang akan terjadi. Bagaimana kita siap melakukan qurban? Harus…
Popularity: 20% [?]
Alhamdulillah, di saat mengikuti Seminar Nasional dan Musyawarah Nasional ISPI di Bandung, tanggal 23 – 25 Oktober 2009, saya menginap di Cottage Darul Jannah, kepunyaan Pesantren Darut Tauhid, Bandung. Saya sengaja memilih tempat itu sebagai penginapan, karena bermaksud mendapatkan asupan gizi rohani dari AA Gym yang biasanya dilakukan ba’da Sholat Subuh. Maksud saya tercapai, setelah sholat Subuh pada hari Sabtu pagi, AA Gym memberikan tausiyahnya, tentang Orang yang Bangkrut di akhirat kelak. AA Gym mengingatkan jangan sampai kita menjadi orang yang bangkrut pada saat hari perhitungan amal (Hisab) dilakukan kelak di akhirat. Kebangkrutan bisa terjadi karena amal baik kita habis dipakai untuk membayar dosa-dosa yang kita lakukan terhadap orang lain yang belum sempat minta maaf dan dimaafkan. Bisa jadi seseorang yang rajin beribadah, banyak amalnya, tapi di akhir tetap bangkrut, karena selain beribadah ia juga rajin berbuat dosa, bukan hanya kepada Allah, tetapi juga kepada sesama manusia. Justru perbuatan salah dan dosa kepada manusia inilah yang seringkali menyulitkan kita, karena untuk menebusnya tidak cukup dengan bertaubat, tapi harus berhadapan langsung dengan yang bersangkutan untuk meminta maaf. Lebih parah lagi kalau kita melakukan tindakan atau perbuatan yang tidak kita sadari bahwa sesungguhnya perbuatan kita tersebut berdosa, seperti melakukan ghibah. Kalau ini terus kita lakukan, sampai tiba saatnya kita meninggal dan belum sempat meminta maaf kepada orang yang pernah kita perguncingkan, siap-siap saja kita akan menjadi orang yang bangkrut. Semua amal baik kita digunakan untuk membayar semua kesalahan kita kepada orang lain, dan bahkan mungkin tidak cukup, sehingga dosa-dosa orang lain harus kita tanggung sebagai pengganti dosa kita kepada mereka. Astagfirullah, mudah-mudahan Allah membimbing dan memelihara setiap langkah kita, sehingga kita tidak menjadi orang yang bangkrut.
Popularity: 45% [?]
Drs. Khaerudin, M.Pd.
A. Pendahuluan Akhir-akhir ini bangsa kita dikejutkan oleh klaim yang dilakukan oleh Malaysia berkenaan dengan sejumlah produk dan budaya yang sesungguhnya milik kita. Kita merasa tersinggung dengan ulah Malaysia tersebut. Sejumlah produk yang telah dicoba diklaim oleh Malaysia diantaranya kesenian Reog Ponorogo, Angklung,
Guru SD di Kotabumi Lampung
Popularity: 66% [?]
Oleh: Khaerudin
Menjelang akhir Ramadhan dan menghadapi Hari Raya Idul Fitri banyak orang mulai mempersiapkan diri untuk pulang kampung. Bahkan bagi sementara orang persiapan dilakukan jauh-jauh hari, sebelas bulan sebelumnya. Karena pulang kampung merupakan peristiwa yang sangat ditunggu-tunggu; Dengan pulang kampung kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan sanak sudara; bertemu teman lama sewaktu kecil; tentu kenangan indah dan pahit semasa kecil akan teringat kembali;sungguh saat- saat yang indah. Read the rest of this entry »
Popularity: 44% [?]
Sudah berapa banyakkah kita beribadah selama hidup kita? Seberapa berkualitaskan ibadah yang telah kita lakukan? Adakah keseimbangan antara aktivitas beribadah dengan aktivitas lain dalam kehidupan kita? Read the rest of this entry »
Popularity: 46% [?]
Diantara kita tentu pernah merasa kecewa dan bahkan putus asa tatkala berbagai upaya telah dilakukan dan doa kita panjatkan, namun semuanya tidak membuahkan hasil. Dalam kondisi seperti ini tidak jarang juga kemudian diantara kita mempertanyakan kasih sayang Allah kepada kita. Padahal Allah telah berjanji “berdo’alah kamu, niscaya akan Kukabulkan”. Namun kenyataannya sudah setiap saat kita panjatkan doa, hasilnya? Nihil. Doa hanyalah tinggal doa, masalah yang kita hadapi tetap saja menggelayuti kita. Apakah benar Allah tidak sayang lagi kepada kita? Lebih keras lagi, apakah Allah telah mengingkari janji-Nya? Read the rest of this entry »
Popularity: 51% [?]
A. Pendahuluan Sebagai sebuah organisasi, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tidak bisa steril dari pengaruh lingkungan yang dinamis dan cepat berubah. UNJ harus peka terhadap perubahan, baik yang terjadi saat ini dan terutama perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Layaknya sebagai sebuah organisme yang hidup di alam bebas dan lingkungan yang terus berubah, UNJ juga akan dihadapkan pada hukum alam. Ia akan dan telah lahir sebagai “bayi”, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi “anak-anak”, “remaja”, “dewasa”, dan pada saatnya nanti akan menghadapi “kematian”. Berkenaan dengan peristiwa “kematian” ini sangat bergantung kepada UNJ sendiri dalam kemampuannya melakukan adaptasi dan antisipasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada lingkungannya. Bisa jadi peristiwa “kematian” itu akan terjadi dalam waktu satu tahun, sepuluh tahun, lima puluh tahun, atau seratus tahun ke depan. Atau bisa jadi sebelum “kematian” yang sesungguhnya terjadi sudah terlebih dahulu “mati suri”, karena keberadaan dan kehidupannya tidak bisa lagi berbuat dan menghasilkan apa-apa. Read the rest of this entry »
Popularity: 62% [?]
Pendahuluan Hasil UN tahun 2009 telah diumumkan 15 Juni 2009. BSNP menyatakan bahwa “Angka kelulusan SMA dan MA tahun ini naik 2,3% yaitu sebesar 93,62% dari angka tahun lalu yang sebesar 91,32%”. Ini berarti masih ada 8,68% siswa SMA dan MA tidak lulus. Siapa yang salah? Pasti tidak akan ada yang pihak yang dengan rendah hati mengakui itu adalah kesalahannya. Hal yang sangat mungkin terjadi, pihak yang paling disalahkan adalah siswanya sendiri dan guru atau sekolah. Siswa akan dinilai orang “bodoh” yang tidak memiliki kemampuan menjawab soal-soal dengan baik. Guru dan sekolah akan dianggap gagal “mendidik” lebih tepatnya mengajar para siswanya, dan jika jumlahnya banyak sekolah akan dianggap sekolah yang tidak “bonafid”. Fair? Read the rest of this entry »
Popularity: 77% [?]
Anjing menggonggong kapilah tetap berlalu. Ini peribahasa yang paling pas untuk menganalogikan banyaknya kritik atas keberadaan dan penyelenggaraan UN di negeri kita tercinta. Para pengamat dan praktisi pendidikan yang tidak setuju dengan penyelengaraan UN biarkan saja dengan berbagai argumentasinya, dan UN tetap terus berjalan dengan berbagai rasionalisasinya. Dan memang filosofi ini dirasakan ampuh untuk menyelenggarakan UN tanpa pantang mundur, sehingga UN masih dapat terus berjalan sejak puluhan tahun lalu hingga saat ini (cukup dengan mengganti nama). Kali pertama “ujian akhir nasional” diselenggarakan pada tahun 1965 dengan nama Ujian Negara. Penggunaan istilah Ujian Negara berlangsung sampai tahun 1971. Mulai tahun 1972 – 1979, model ujian yang terpusat sempat ditiadakan, dan diganti dengan Ujian Sekolah. Namun mulai tahun 1980 – 2000, “ujian nasional” kembali digelar dengan nama “EBTANAS”, dan pada tahun 2001 sampai sekarang kembali lagi ganti “baju” dengan nama UAN/UN. Read the rest of this entry »
Popularity: 69% [?]